Jakarta, TeropongJakarta.com – Kecintaan terhadap budaya Indonesia dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk mengukir prestasi. Hal tersebut dibuktikan Tarina Putri Rahayu yang mengawali perjalanannya dengan mewakili sekolah dalam ajang pemilihan Putri Batik hingga berhasil membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Perjalanan Tarina bermula ketika dirinya mendapat kesempatan mewakili SMAN 90 Jakarta dalam audisi pemilihan Putri Batik di Atrium Senayan. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang yang mengangkat kebudayaan Nusantara.
Di luar dugaan, langkah awal itu membuahkan hasil membanggakan. Tarina berhasil meraih gelar Winner Putri Batik Remaja Jakarta 2025. Pencapaian tersebut membawanya melangkah ke kompetisi tingkat nasional hingga kembali meraih gelar Winner Putri Batik Indonesia.

Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar gelar, melainkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya bangsa.
“Awalnya saya hanya ingin mencoba kesempatan dengan mewakili sekolah. Alhamdulillah, dari pengalaman tersebut saya bisa mendapatkan gelar Winner Putri Batik Remaja Jakarta 2025 dan melanjutkan perjalanan hingga tingkat nasional. Saya sangat bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang luar biasa,” ungkap Tarina.
Kesempatan berikutnya datang pada 2026 ketika Tarina mendapat undangan menghadiri International Tourism Arts & Culture Exhibition & Conference (INTAC ’26) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam kegiatan tersebut, Tarina membawa identitas budaya Indonesia melalui penampilan seni tradisional. Ia mempersembahkan tarian Nandak Ajer, karya koreografi Bunga Perdana, sekaligus mengikuti kompetisi fashion show dengan mengenakan batik rancangan Arsita Craft.

Penampilan tersebut berhasil mengantarkannya meraih dua penghargaan, yakni 1st Place Fashion Show Competition dan 1st Best Delegation.
Pengalaman mengikuti ajang internasional itu memberikan kesan tersendiri. Selain berkompetisi, Tarina juga berkesempatan mengenal kekayaan budaya Malaysia, termasuk tradisi masyarakat Sarawak dan Sabah. Kegiatan tersebut turut diselenggarakan dengan dukungan Alo Foundation.
“Pengalaman di Malaysia sangat menarik karena saya tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga bisa mengenal budaya dari negara lain, seperti Sarawak dan Sabah. Saya merasa bangga bisa membawa tarian dan batik Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya kita kepada delegasi internasional,” tuturnya.
Prestasi Tarina juga terlihat di tingkat nasional. Belum lama ini, ia berhasil meraih juara pertama lomba fashion show kategori remaja dalam acara MudaMudi Fest yang berlangsung di Alun-Alun Tangerang.

Rangkaian pencapaian tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni, budaya, dan fashion. Tarina memandang setiap kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar, membangun kepercayaan diri, dan memperluas pengalaman.
Ke depan, ia berharap dapat terus mengembangkan potensi sekaligus mengambil bagian dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Baginya, batik bukan sekadar busana, melainkan identitas dan warisan bangsa yang patut dibanggakan. Melalui langkah kecil yang dimulai dari lingkungan sekolah, Tarina menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk membawa kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal di dunia.
