Bone, TeropongJakarta.com – Menikah dan memiliki tiga anak bukan berarti perempuan harus berhenti mengejar cita-cita. Bripol Kiki Asriani membuktikan bahwa tanggung jawab keluarga tidak menghalanginya untuk terus berkarya, mengembangkan diri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di usia 30 tahun, Kiki menjalankan tugas sebagai Bintara Polri di bagian pelayanan Samsat, Satuan Lalu Lintas Polres Bone. Di tengah pekerjaannya, ia juga menjalani peran sebagai ibu, aktif mengurus klub sepak bola tingkat kabupaten, serta berusaha menyelesaikan pendidikan tinggi.
Berbagai tanggung jawab tersebut dijalani dengan keinginan untuk terus produktif. Baginya, kehidupan bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga bagaimana seseorang bisa memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Keinginan Kiki melanjutkan pendidikan sempat tertunda karena harus memprioritaskan tanggung jawab mengurus anak. Namun, ia tidak ingin cita-citanya berhenti begitu saja.

Saat ini, ia tengah menjalani KKN sebagai bagian dari proses pendidikannya dan memiliki rencana melanjutkan pendidikan S1 pada tahun depan.
“Insyaallah tahun depan wisuda S1. Sempat tertunda karena mengurus anak,” ungkap Kiki.
Baginya, menjadi seorang ibu bukan alasan untuk berhenti belajar. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan diri tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.
Ketertarikan Kiki terhadap sepak bola bermula dari kegemarannya menonton pertandingan. Namun, ia kemudian merasa prihatin melihat sebuah klub sepak bola tingkat kabupaten yang tidak memiliki pengelolaan.

Kondisi tersebut membuatnya tergerak untuk ikut mengambil peran. Ia tidak ingin klub tersebut kehilangan kesempatan berkembang hanya karena tidak ada pihak yang mengurusnya.
“Karena suka nonton, saya merasa kasihan melihat klub tidak ada yang mengurus. Alhamdulillah, kemarin bisa juara satu,” tuturnya.
Keterlibatan Kiki menjadi pengalaman tersendiri. Baginya, sepak bola bukan sekadar hiburan atau kompetisi, tetapi juga kesempatan membantu anak-anak mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Di tengah kesibukan sebagai anggota Polri dan ibu tiga anak, Kiki tetap menyempatkan diri melakukan aktivitas yang disukai. Ia gemar traveling, mendaki gunung, serta menikmati kegiatan yang berhubungan dengan alam.
Selain itu, ia juga rutin berlari tiga kali dalam seminggu untuk menjaga kebugaran.
Aktivitas tersebut menjadi caranya menjaga keseimbangan sekaligus menemukan semangat baru. Ia percaya bahwa mengembangkan diri juga membutuhkan ruang untuk menikmati kehidupan dan mencoba pengalaman baru.
Bagi Kiki, olahraga bukan hanya tentang menjaga kesehatan. Ada nilai pengabdian, pengalaman, dan kepedulian yang ingin terus dibangun melalui aktivitas tersebut.

“Saya ingin mencari jiwa saya melalui olahraga. Sekalian bisa mengabdi, menambah pengalaman, dan membantu anak-anak. Hidup cuma sekali, jadi maksimalkan dengan hal yang berharga agar bisa berguna untuk orang lain dan tetap punya waktu buat keluarga,” jelasnya.
Prinsip tersebut menjadi pegangan Kiki dalam menjalani berbagai peran. Ia ingin tetap mengabdi sebagai anggota Polri, hadir untuk keluarga, melanjutkan pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kisah Bripol Kiki Asriani memperlihatkan bahwa pernikahan dan peran sebagai ibu bukanlah batas bagi perempuan untuk terus berkembang. Sebab, kesempatan untuk berkarya, berprestasi, dan mengabdi kepada negara tetap terbuka selama ada kemauan untuk memperjuangkannya.
