Jakarta, TeropongJakarta.com – Menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak membuat Bripda Zulfany Fadhilla Rizqi membatasi diri untuk mengembangkan potensi di luar tugas kedinasan. Polwan asal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, ini justru membuktikan bahwa pengabdian dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan.
Saat ini, Zulfany bertugas di Subden Wanteror Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumbar. Di tengah tanggung jawabnya sebagai anggota Polri, dia terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga, khususnya bela diri dan menembak.
Ketertarikan Zulfany terhadap olahraga sudah tumbuh jauh sebelum mengenakan seragam kepolisian. Karate menjadi cabang olahraga pertama yang ditekuninya sejak awal masa sekolah menengah pertama (SMP). Sejak SMP hingga SMA, dia aktif mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kedisiplinan, mental bertanding, serta semangat untuk terus meningkatkan kemampuan. Kebiasaan berlatih dan mengikuti kompetisi pun menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga bergabung dengan Polri.

Menjalani profesi sebagai Polwan sekaligus atlet tentu membutuhkan pengaturan waktu dan komitmen. Namun, Zulfany mendapatkan dukungan dari satuannya untuk mengembangkan kemampuan olahraga yang dimiliki.
Dia menjelaskan, ketika ada persiapan kejuaraan, dirinya mendapatkan surat perintah untuk menjalani training center (TC) atau pemusatan latihan. Setelah agenda kompetisi selesai, dia kembali menjalankan tugas kedinasan seperti biasa.
“Karena saya mempunyai prestasi di bidang olahraga, terutama bela diri, saya difasilitasi oleh satuan. Diberikan surat perintah untuk melaksanakan TC berjalan dan difokuskan untuk mengukir prestasi. Pada saat tidak ada event atau kejuaraan, saya kembali melaksanakan dinas dan tugas sehari-hari seperti biasa,” ungkap Zulfany.
Sejumlah pencapaian berhasil diraihnya melalui proses latihan dan kompetisi. Pada 2024, dia meraih juara kumite kelas TNI/Polri dalam Kejuaraan Nasional Inkanas Piala Kapolri di Malang.
Pada tahun yang sama, Zulfany juga mengikuti Kapolri Cup Judo dan Bela Diri Polri di Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, dia berhasil membawa pulang medali emas pada kategori Bela Diri Polri Beregu.
Prestasinya berlanjut pada 2026. Dalam kejuaraan di Kalimantan Timur, dia meraih medali perak pada kategori Bela Diri Polri Berpasangan Polwan.

Perjalanan Zulfany tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah beradaptasi dengan teknik Bela Diri Polri yang berbeda dari karate. Cabang tersebut lebih banyak mengutamakan teknik bantingan yang memiliki karakteristik mendekati olahraga judo.
“Gerakan dan teknik Bela Diri Polri sangat jauh berbeda karena lebih mengutamakan bantingan. Itu menjadi olahraga baru bagi saya semenjak menjadi seorang Polwan,” jelasnya.
Tidak berhenti di bela diri, Zulfany juga mengembangkan kemampuan menembak. Dengan latihan yang diberikan komandannya, dia mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Hasilnya, dia berhasil meraih medali perunggu pada kategori tembak reaksi HPR 300 meter, serta medali perak pada kategori tembak reaksi.
Bagi Zulfany, setiap pencapaian memiliki cerita perjuangan tersendiri. Motivasi terbesarnya adalah membuat keluarga dan satuan bangga, sekaligus memanfaatkan masa muda untuk melakukan hal-hal positif.

Dia juga berpesan kepada perempuan muda, khususnya sesama anggota Polwan, agar tidak takut mencoba berbagai bidang dan terus belajar mengembangkan kemampuan.
“Sebagai perempuan, khususnya seorang Polwan yang dituntut harus serba bisa, kita harus mau mencoba semua hal dan mau belajar. Banyak hal di luar sana yang bisa dijadikan pengalaman hidup,” tuturnya.
Menurut Zulfany, proses meraih prestasi memang tidak selalu mudah. Namun, kerja keras, kesabaran, dan kedisiplinan menjadi bekal penting untuk mencapai keberhasilan.
Baginya, masa muda merupakan kesempatan untuk terus berkembang, memperluas pengalaman, dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu berprestasi dalam berbagai bidang tanpa meninggalkan tanggung jawab profesinya.
