Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    Perjalanan Karier DJ Sandra Queen, dari Kecintaan pada Musik hingga Ingin Bangun Masjid

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina
    Health

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    LailatulBy LailatulOctober 30, 2026Updated:October 30, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Tidak semua kesempatan datang dua kali. Bagi Serda Rum/W Dina, prajurit kesehatan asal Lampung, kesempatan mengikuti seleksi Satuan Tugas (Satgas) Hospital Level II TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL 2024 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan pengabdiannya. Mengikuti seleksi untuk pertama kalinya, Dina berhasil melewati seluruh tahapan dan terpilih untuk menjalankan misi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Sebelum mendapatkan kesempatan tersebut, Dina terlebih dahulu mengabdi di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Mintohardjo, Jakarta Pusat. Selama tiga tahun berdinas, ia menjalani berbagai tugas pelayanan kesehatan, mulai dari berjaga di ruang perawatan, menjalani dinas malam, hingga memberikan pelayanan kepada pasien secara langsung.

    Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan profesionalismenya sebagai prajurit kesehatan. Baginya, pengabdian tidak selalu dimulai dari penugasan besar, tetapi justru dibangun melalui tanggung jawab sederhana yang dilakukan setiap hari.

    Perjalanan menuju Satgas UNIFIL juga membutuhkan persiapan yang tidak ringan. Dina harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang mencakup kemampuan fisik, akademik, psikologi, bahasa Inggris, hingga pemeriksaan kesehatan.

    “Persiapannya memang tidak mudah. Fisik, akademik, psikologi, bahasa Inggris, dan kesehatan semuanya diujikan. Jadi, kita harus benar-benar mempersiapkan diri dari berbagai aspek, bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga mental dan pengetahuan,” ungkap Dina.

    Keberhasilan melewati seleksi dalam kesempatan pertama menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Namun, Dina memahami bahwa terpilih sebagai bagian dari pasukan perdamaian bukan sekadar pencapaian pribadi. Ada amanah besar yang harus dijalankan dengan profesionalisme dan penuh tanggung jawab.

    Menurutnya, pengalaman bertugas di lingkungan internasional menghadirkan perspektif baru tentang arti pengabdian seorang prajurit kesehatan. Jika sebelumnya pelayanan dilakukan di lingkungan rumah sakit dengan fokus melayani masyarakat Indonesia, dalam misi UNIFIL tanggung jawab tersebut juga berkaitan dengan membawa identitas bangsa di hadapan dunia internasional.

    “Saya bangga bisa terpilih karena tidak semua prajurit kesehatan mendapatkan kesempatan untuk bertugas di UNIFIL. Di sana, saya tidak lagi hanya membawa nama RSAL, tetapi juga membawa nama TNI dan Indonesia di mata PBB,” tuturnya.

    Dina menyadari bahwa setiap tindakan medis dalam penugasan internasional memiliki konsekuensi besar. Profesionalisme seorang tenaga kesehatan tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menjadi bagian dari penilaian terhadap institusi dan negara yang diwakilinya.

    “Satu tindakan medis yang salah bisa berdampak pada citra yang kita bawa. Bukan hanya nama perorangan yang dipertaruhkan, tetapi juga nama TNI dan Merah Putih. Di sinilah saya belajar arti tanggung jawab yang sesungguhnya sebagai duta perdamaian,” jelasnya.

    Dari perjalanan tersebut, Dina ingin mengingatkan para prajurit muda agar tidak meremehkan tugas sekecil apa pun. Menurutnya, pengalaman dan kemampuan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kedisiplinan, ketekunan, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap amanah.

    “Saya memulai pengabdian bukan dari tempat yang besar, tetapi dari jaga ruangan, dinas shift malam, dan merawat pasien satu per satu di RSAL Mintohardjo. Di sana saya belajar bahwa menjadi prajurit kesehatan bukan soal gagah di lapangan saja, tetapi tentang ketulusan melayani pasien setulus hati,” ungkapnya.

    Kisah Dina menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengemban tanggung jawab lebih besar dapat berawal dari kesungguhan menjalankan tugas sehari-hari. Baginya, setiap pengalaman adalah proses pembelajaran untuk menjadi prajurit yang lebih profesional sekaligus mampu menjaga kehormatan bangsa di mana pun ditugaskan.

    kisah inspiratif prajurit TNI Kontingen Garuda UNIFIL misi perdamaian PBB Lebanon. Pasukan Perdamaian Indonesia pengabdian prajurit perempuan prajurit kesehatan TNI prajurit TNI asal Lampung RSAL dr Mintohardjo Satgas Hospital Level II TNI seleksi Satgas UNIFIL Serda Dina Serda Rum/W Dina TNI di Lebanon TNI misi perdamaian PBB UNIFIL 2024
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticlePerjalanan Karier DJ Sandra Queen, dari Kecintaan pada Musik hingga Ingin Bangun Masjid
    Next Article Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi
    Lailatul

    Related Posts

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    October 30, 2026

    Bertugas di Lebanon, Serda Putu Listia Kurniawati Tetap Lanjutkan S2 Hukum

    October 29, 2026

    Merantau ke Singapura, Dewi Lubis Bantu Pekerja Migran Berani Menulis

    October 27, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food food Blogger Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle mahasiswa malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    Perjalanan Karier DJ Sandra Queen, dari Kecintaan pada Musik hingga Ingin Bangun Masjid

    Berawal dari Modeling Sejak SD, Angell Ozawwa Dikenal sebagai Scorpio Queen

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.