Jakarta, TeropongJakarta.com – Keberanian mencoba hal baru menjadi salah satu bagian dari perjalanan Angell Ozawwa dalam mengembangkan karier di industri kreatif. Selebgram asal Jakarta ini telah mengenal dunia modeling sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Berawal dari aktivitas yang dijalani sejak kecil, ia kemudian menemukan peluang baru melalui media sosial.
Angell mengaku awalnya membuat akun media sosial hanya untuk bersenang-senang. Namun, seiring waktu, aktivitas tersebut justru membuka kesempatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Berbagai tawaran pekerjaan mulai berdatangan, mulai dari pemotretan dan endorsement hingga kesempatan menjajal dunia film.
Perjalanan itu menjadi pengalaman berharga bagi Angell dalam memahami bahwa media sosial bukan sekadar tempat berbagi konten, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan dan membangun personal branding.

Pengalaman di dunia modeling sejak usia dini menjadi salah satu bekal Angell ketika mulai memperluas aktivitasnya di media sosial. Melalui Instagram, ia memperoleh kesempatan untuk terhubung dengan berbagai pihak di industri kreatif.
Angell mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapatkan tawaran bermain dalam dua film layar lebar. Selain itu, ia juga menerima kesempatan mengikuti kegiatan catwalk, menjadi juri dalam sebuah acara yang melibatkan Kimberly, serta menjalani sejumlah pekerjaan pemotretan.
Tawaran endorsement turut menjadi bagian dari aktivitas profesionalnya. Beberapa di antaranya berasal dari sektor kecantikan, termasuk klinik dan salon.
Bagi Angell, beragam kesempatan tersebut menjadi ruang untuk terus belajar dan mengeksplorasi kemampuan. Ia ingin memanfaatkan peluang yang datang untuk mengembangkan karier, sekaligus membuka kemungkinan baru di dunia hiburan dan industri digital.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat mempertemukan kreator dengan peluang kerja. Meski demikian, konsistensi dalam berkarya dan kemampuan menjaga karakter diri tetap menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan audiens.

Di tengah aktivitasnya di media sosial, Angell dikenal dengan julukan ‘Scorpio Queen’. Sebutan itu bukan nama panggung yang sejak awal ia rancang sendiri, melainkan julukan yang muncul dari netizen.
Angell menduga julukan tersebut berkaitan dengan kesan dark atau misterius yang melekat pada dirinya. Sebutan itu kemudian menjadi salah satu identitas yang membuat namanya mudah dikenali oleh sebagian pengikutnya.
Dalam menghadapi respons publik, Angell memilih untuk tidak terlalu larut dalam penilaian orang lain. Ia memahami bahwa kehadiran di media sosial membuat seseorang berhadapan dengan beragam pendapat, baik dukungan maupun kritik.
“Kalau memang ada yang menghujat, ya biarkan. Orang yang suka akan tetap suka dan orang yang benci akan tetap benci,” ujar Angell.
Sikap tersebut mencerminkan pilihannya untuk tetap menjalani aktivitas dan berkarya tanpa menjadikan penerimaan semua orang sebagai tolok ukur utama. Baginya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika ketika seseorang membangun eksistensi di ruang digital.
Ke depan, Angell ingin terus mengembangkan diri di bidang seni dan karier digital. Ia memandang perjalanan berkarya tidak semata-mata tentang jumlah pengikut atau popularitas, tetapi juga tentang menghasilkan karya yang bermakna, memberikan inspirasi, dan membawa dampak positif.
Ia ingin mengeksplorasi ruang kreatif baru, terus bertransformasi, serta menjaga relevansi tanpa kehilangan identitas diri.

Pesan tersebut juga ia tujukan kepada anak muda yang ingin memulai perjalanan melalui media sosial. Menurut Angell, seseorang tidak perlu menunggu semuanya sempurna untuk mengambil langkah pertama. Keberanian mencoba dapat menjadi pintu menuju pengalaman dan kesempatan baru.
“Jangan pernah takut untuk memulai apa pun yang baru dan bisa membuat kita berkembang. Kita tidak pernah tahu di mana keberuntungan kita berada,” kata Angell.
Ia juga menekankan pentingnya keaslian dan konsistensi dalam membangun personal branding. Di tengah persaingan konten digital, karakter yang autentik dapat menjadi pembeda. Media sosial, menurutnya, sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mencari perhatian, tetapi juga menjadi ruang untuk membagikan energi positif dan menginspirasi orang lain.
Perjalanan Angell Ozawwa, dari modeling sejak SD hingga mengembangkan karier melalui media sosial, menjadi pengingat bahwa peluang dapat muncul dari langkah sederhana. Dengan keberanian untuk mencoba, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar, anak muda memiliki kesempatan untuk menemukan jalannya sendiri di industri kreatif.
