Jakarta, TeropongJakarta.com – Pengabdian kepada negara dan keinginan melanjutkan pendidikan menjadi dua hal yang dijalani Serda (K) Putu Listia Kurniawati, S.Hub.Int., secara bersamaan. Prajurit Polisi Militer Kodam IX/Udayana tersebut kini menjalankan tugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, sembari melanjutkan pendidikan magister hukum.
Perjalanan Listia sebagai prajurit wanita TNI dimulai pada 2023. Setelah berdinas di Korps Polisi Militer, ia terus berupaya mengembangkan kemampuan melalui pengalaman kedinasan dan pendidikan. Lulusan S1 Hubungan Internasional ini kemudian memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 Hukum sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas diri.
Namun, pada 2025, Listia menghadapi pilihan yang tidak mudah. Di tengah rencana melanjutkan pendidikan magister, ia memperoleh kesempatan untuk mengikuti seleksi Satuan Tugas UNIFIL. Kesempatan tersebut membuka jalan baginya untuk terlibat dalam misi perdamaian internasional, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam membagi prioritas.

Listia mengaku sempat ragu untuk mengikuti seleksi karena khawatir kedua tanggung jawab tersebut sulit dijalankan secara bersamaan. Meski demikian, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat membuatnya lebih yakin untuk mengambil kesempatan tersebut.
“Awalnya saya ragu untuk mengikuti Satgas UNIFIL karena pada tahun itu saya juga berencana melanjutkan S2 Hukum. Namun, dengan dukungan keluarga dan orang-orang terkasih yang meyakinkan saya bahwa saya bisa menjalankan keduanya, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti seleksi,” ujar Listia.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya. Saat ini, ia bertugas sebagai MP dalam Satgas UNIFIL di Lebanon sekaligus meneruskan pendidikan magister hukum. Ia bersyukur karena hingga kini penugasan dan pendidikannya dapat berjalan lancar.
Bagi Listia, pengalaman sebagai prajurit bukan hanya tentang menjalankan tugas kedinasan. Lingkungan militer juga memberinya kesempatan untuk belajar, menghadapi tantangan, serta memperluas pengalaman, baik secara pribadi maupun profesional.

Ia ingin menunjukkan bahwa menjadi prajurit perempuan tidak menghalangi seseorang untuk terus menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, kesempatan untuk belajar tetap perlu dimanfaatkan di tengah tanggung jawab yang dijalani.
“Saya memiliki keinginan untuk membuktikan bahwa di militer kita bisa mendapatkan banyak pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun dalam membela dan mempertahankan negara. Yang utama, kita juga dapat mengembangkan diri,” ungkapnya.
Pengalaman menjalankan misi UNIFIL sekaligus melanjutkan pendidikan S2 Hukum menjadi bagian dari proses pengembangan diri Listia. Kedua tanggung jawab tersebut menuntut komitmen untuk terus belajar sekaligus menjaga pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI.

Perjalanan Listia juga menjadi gambaran bahwa pengabdian dan pendidikan dapat berjalan beriringan. Dengan perencanaan, kedisiplinan, serta dukungan keluarga, kesempatan untuk mengembangkan diri tetap terbuka di tengah tuntutan profesi.
Melalui penugasan di Lebanon dan pendidikan yang sedang ditempuh, Serda (K) Putu Listia Kurniawati berupaya menjalankan pengabdian kepada negara sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang terus berkembang. Kisahnya menjadi pengingat bahwa membangun karier tidak harus berarti menghentikan proses belajar, selama keduanya dijalani dengan komitmen dan tanggung jawab.
