Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Merantau ke Singapura, Dewi Lubis Bantu Pekerja Migran Berani Menulis

    Dari Anak Petani di Jambi, Robiatul Adawiyah Kini Menempuh PhD di Australia

    ADVAN Rangkul Komunitas Mobile Legends Lewat Esports Championship Season 2

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Merantau ke Singapura, Dewi Lubis Bantu Pekerja Migran Berani Menulis
    News

    Merantau ke Singapura, Dewi Lubis Bantu Pekerja Migran Berani Menulis

    LailatulBy LailatulOctober 27, 2026Updated:October 27, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Tidak semua pengalaman hidup mudah diceritakan, apalagi dituliskan menjadi sebuah karya. Bagi Dewi Lubis, kisah yang tersimpan dalam ingatan para pekerja migran Indonesia memiliki nilai yang tidak boleh hilang begitu saja. Berawal dari pengalamannya merantau ke Singapura pada 2019, ia terdorong membangun ruang literasi agar pengalaman sesama pekerja migran dapat didokumentasikan dan dibagikan kepada masyarakat luas.

    Kehidupan di negeri orang mempertemukan Dewi dengan beragam pengalaman, percakapan, dan cerita keseharian pekerja migran Indonesia. Di balik rutinitas pekerjaan, terdapat perjalanan tentang perjuangan, kerinduan terhadap tanah air, penyesuaian budaya, hingga harapan yang terus dijaga meski jauh dari keluarga.

    Dewi menyadari bahwa banyak pengalaman tersebut hanya tersimpan dalam ingatan masing-masing. Tidak sedikit orang yang memiliki cerita berharga, tetapi merasa tidak cukup mampu menuliskannya atau menganggap pengalaman pribadi mereka tidak penting untuk dibagikan.

    Kesadaran inilah yang kemudian menjadi salah satu landasan perjalanan Dewi dalam mengembangkan gerakan literasi bagi pekerja migran Indonesia pada tahun 2023.

    Dari kepedulian terhadap cerita-cerita yang berisiko terlupakan, Dewi menginisiasi Forum Penulis Migran Indonesia Singapura (FPMI-SG). Forum ini menjadi ruang bagi para pekerja migran untuk belajar menulis, bertukar pengalaman, dan saling mendukung dalam mengembangkan kemampuan kepenulisan.

    Bagi Dewi, tantangan dalam gerakan literasi bukan hanya mengajarkan teknik menulis. Lebih dari itu, diperlukan lingkungan yang membuat seseorang merasa nyaman dan aman untuk mengungkapkan pengalaman hidupnya tanpa takut dianggap tidak menarik atau tidak layak dibaca.

    “Melalui forum ini, kami membangun ruang aman untuk saling mendampingi, bukan hanya mengajarkan teknik menulis, tapi juga menjadi ruang penyembuhan dan pengembangan diri,” ujar Dewi.

    Ia ingin para anggota memahami bahwa menulis tidak harus selalu dimulai dengan kemampuan merangkai kalimat yang sempurna. Pengalaman sehari-hari pun dapat menjadi bahan tulisan yang bermakna ketika disampaikan secara jujur dan bertanggung jawab.

    Dukungan Asma Nadia sebagai penasihat umum turut menjadi bagian dari perjalanan komunitas tersebut. Dewi menekankan pentingnya menghargai suara asli setiap penulis agar pengalaman yang dituangkan tidak kehilangan karakter dan makna personalnya.

    Perhatian Dewi terhadap pengalaman pekerja migran juga berkaitan dengan ketertarikannya pada ilmu hukum. Ia memandang kedua bidang tersebut sebagai jalan yang saling melengkapi untuk memahami kehidupan manusia, khususnya terkait hak dan keadilan.

    Menurut Dewi, tulisan dapat membuka ruang bagi pengalaman yang jarang terdengar untuk memperoleh perhatian lebih luas. Sementara itu, pemahaman hukum membantu melihat persoalan di balik pengalaman tersebut melalui perspektif hak asasi manusia dan keadilan.

    “Bagi saya, ilmu hukum dan literasi adalah dua hal yang saling melengkapi,” tuturnya.

    Melalui pendekatan itu, kegiatan menulis tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran dan perempuan Indonesia.

    Selain mengembangkan komunitas, Dewi memanfaatkan penerbitan independen sebagai sarana mendokumentasikan tulisan pekerja migran dan perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang.

    Ia memandang buku bukan semata-mata sebagai pencapaian seorang penulis. Buku juga dapat menjadi arsip kolektif yang menyimpan pengalaman, pemikiran, dan perjalanan hidup untuk dibaca oleh generasi berikutnya.

    Ke depan, Dewi ingin memperluas kesempatan bagi lebih banyak orang untuk menulis dan menerbitkan kisah mereka. Baginya, keberhasilan gerakan literasi bukan hanya tentang seberapa banyak karya yang dihasilkan, tetapi juga tentang berapa banyak orang yang akhirnya berani menyuarakan pengalamannya.

    “Mimpi dan target saya ke depan adalah terus memperluas ruang bercerita dan berbagi inspirasi bagi lebih banyak penulis dari kalangan pekerja migran dan perempuan,” katanya.

    Pesan Dewi bagi mereka yang merasa mimpinya tertunda adalah agar tidak menganggap penundaan sebagai akhir perjalanan. Kesempatan untuk bertumbuh tetap terbuka selama seseorang bersedia belajar dan mempersiapkan diri.

    Perjalanan Dewi menunjukkan bahwa sebuah mimpi dapat berkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dari pengalaman merantau, ia menemukan alasan untuk menulis; dari kepedulian terhadap cerita sesama, ia membangun ruang literasi. Melalui langkah tersebut, ia berupaya menjaga agar kisah-kisah pekerja migran Indonesia tidak berhenti sebagai kenangan pribadi, tetapi menjadi bagian dari ingatan bersama dan sejarah literasi Migran yang dapat bermanfaat dan menginspirasi.

    Asma Nadia Dewi Lubis Forum Penulis Migran Indonesia Singapura FPMI-SG kisah inspiratif Indonesia kisah pekerja migran komunitas penulis Indonesia literasi pekerja migran literasi perempuan Pekerja Migran Indonesia penerbit independen penulis migran Indonesia perempuan Indonesia di Singapura perjuangan pekerja migran profil Dewi Lubis TeropongJakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Anak Petani di Jambi, Robiatul Adawiyah Kini Menempuh PhD di Australia
    Lailatul

    Related Posts

    Tiga Tahun di London, Serka Kes Anysa Dewi Belajar Mandiri dan Melanjutkan Pengabdian

    October 25, 2026

    4 Kali Gagal Seleksi, Letda Mila Sari Bangkit hingga Jadi Perwira TNI

    October 25, 2026

    Dari Homecare Vaksin Pontianak, Dr. Angel Melinda Kembangkan Klinik Pratama Veliora

    October 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food food Blogger Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle mahasiswa malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Merantau ke Singapura, Dewi Lubis Bantu Pekerja Migran Berani Menulis

    Dari Anak Petani di Jambi, Robiatul Adawiyah Kini Menempuh PhD di Australia

    ADVAN Rangkul Komunitas Mobile Legends Lewat Esports Championship Season 2

    Tiga Tahun di London, Serka Kes Anysa Dewi Belajar Mandiri dan Melanjutkan Pengabdian

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.