Jakarta, TeropongJakarta.com – Perjalanan meraih cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Letda Cke (K) Mila Sari, S.M., membuktikan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Berasal dari keluarga sederhana, ia melewati berbagai rintangan hingga berhasil menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), berprestasi sebagai atlet karate, dan meniti karier hingga menjadi perwira TNI.
Kini, Mila bertugas di Satuan Tugas Kogartap II/Bandung, Mabes TNI. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan kerja keras, disiplin, dan konsistensi.
Mila mengungkapkan, mendiang ayahnya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan, sedangkan ibunya menjadi tukang cuci dan setrika dari rumah ke rumah. Kondisi keluarga tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi sejak bangku sekolah.

Sejak kelas III SD hingga kelas III SMP, ia aktif mengikuti pencak silat. Prestasi yang diraih membuatnya memperoleh beasiswa sekolah sehingga dapat membantu meringankan biaya pendidikan. Saat SMA, Mila beralih menekuni tarung derajat dan mengikuti pertandingan Pra-PON di Jawa Barat.
Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia mulai mengejar cita-cita menjadi anggota TNI.
Setelah lulus SMA, Mila mencoba mengikuti seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tetapi belum berhasil pada tahap pantokhir pusat. Ia kemudian melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Banten.
Keinginannya menjadi Polwan juga belum terwujud setelah tiga kali mengikuti seleksi. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya menyerah.

Pada 2014, Mila mencoba seleksi Kowad melalui jalur atlet dengan bekal sertifikat prestasi olahraga. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi, ia dinyatakan lulus dan memilih menunda kuliahnya demi menjalani pendidikan militer.
Pada 2015, Mila dilantik dengan pangkat Sersan Dua dan memulai penugasan di Kodam XVI/Pattimura, Ambon.
Mila menikah pada 2017 dan kini dikaruniai tiga anak. Di tengah tanggung jawab sebagai prajurit dan ibu, ia kembali melanjutkan pendidikan tinggi pada 2019. Ia menyelesaikan studi S1 pada 2023, bahkan menjalani wisuda hanya 40 hari setelah melahirkan anak ketiganya.
Sekitar setahun setelah melahirkan, Mila kembali menekuni olahraga melalui cabang karate. Pada 2024 hingga 2026, ia mengikuti sejumlah kejuaraan nasional, termasuk Piala Panglima TNI, Piala Menteri Pertahanan, Piala Kasau, Piala Dankoharmatau, dan Piala Kasal. Ia meraih medali emas, perak, hingga perunggu pada nomor kumite.
Prestasi tersebut mengantarkannya memperoleh piagam penghargaan Kepala Staf Angkatan Darat pada 2025 sebagai prajurit berprestasi dan rekomendasi mengikuti pendidikan perwira.

Setelah dinyatakan lulus seleksi pada Mei 2025, Mila dilantik dengan pangkat Letnan Dua pada Oktober 2025 dan mendapat penugasan di Kogartap II/Bandung.
Mila berpesan agar generasi muda tidak takut bermimpi meski menghadapi keterbatasan dan kegagalan.
“Jangan takut untuk bermimpi dan bercita-cita tinggi. Kesuksesan bukan hanya milik mereka yang memiliki banyak kelebihan, tetapi juga milik mereka yang mau berusaha mewujudkannya dengan doa, tekad, semangat, keyakinan, dan kemauan yang gigih,” ungkap Mila.
Ia memegang tiga prinsip hidup, yaitu fokus, disiplin, dan konsisten. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dengan keberanian dan kemauan untuk mencoba kembali.
“Saya pernah gagal satu kali saat seleksi IPDN dan tiga kali saat seleksi Polwan. Namun, pada percobaan berikutnya, saya berhasil mewujudkan cita-cita menjadi anggota Kowad. Karena itu, jangan mudah menyerah hanya karena gagal satu atau dua kali,” tuturnya.
Melalui perjalanan tersebut, Mila berharap anak muda terus berusaha mengejar cita-cita. Baginya, keberhasilan bukan tentang seberapa sering seseorang terjatuh, melainkan keberanian untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan.
