Jakarta, TeropongJakarta.com – Sejak kecil, Adila Dwi Sukmawati punya satu keinginan sederhana: pergi ke luar negeri dan merasakan salju secara langsung. Perempuan asal Cibubur, Jakarta Timur, itu tidak pernah menyangka impian tersebut justru terwujud melalui perjalanan hidup yang sebelumnya tidak pernah ia rencanakan.
Adila kini menjalani kehidupan sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Selama lima tahun berdinas, ia mendapatkan berbagai pengalaman berharga, termasuk kesempatan mengikuti Satgas Kongo RDB XXXIX-G hingga akhirnya bisa menikmati cuti dan mengunjungi sejumlah negara di Eropa.
Adila lulus SMA pada 2020. Saat itu, ia sebenarnya ingin kuliah dan menikmati masa muda seperti remaja pada umumnya. Ia kemudian menjadi mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).

Namun, sang ayah mendorongnya untuk mendaftar sebagai calon prajurit wanita TNI Angkatan Laut. Ayahnya berharap salah satu anaknya dapat mengikuti jejak pekerjaan yang ia jalani.
Adila pun mencoba mengikuti keinginan tersebut. Di tengah kuliah daring akibat pandemi COVID-19, ia menjalani rangkaian seleksi yang cukup padat.
“Perjalanannya sedikit rumit. Kuliah daring harus hadir dan mengerjakan tugas, sementara saya juga sedang seleksi casis. Jadi harus pintar-pintar membagi waktu,” ujar Adila.
Menurutnya, sistem perkuliahan virtual saat pandemi menjadi salah satu hal yang membuatnya masih bisa menjalani keduanya secara bersamaan.
Setelah melewati berbagai tahapan, Adila akhirnya dinyatakan lolos dalam percobaan pertamanya. Ia kemudian menjalani pendidikan dan harus mengundurkan diri dari kampus.

Pada 2021, Adila menyelesaikan pendidikan dan mulai menjalani penempatan. Ia sempat ditempatkan di KRI sehingga rencana kembali berkuliah belum dapat dilakukan.
Setahun kemudian, ia berpindah ke staf di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Jarak dengan Jakarta membuat Adila kembali mempertimbangkan rencana kuliah.
“Saya akhirnya sudah ikhlas tidak mengambil kuliah karena kalau harus ujian tatap muka harus bolak-balik Jakarta dan Tanjungpinang,” tuturnya.
Adila memilih fokus menjalani tugas dan menikmati setiap proses yang datang.
Pada 2024, Adila mengikuti seleksi Satgas dan dinyatakan lolos. Kemudian pada 2025, ia mendapat kesempatan menjalani Satgas Kongo RDB XXXIX-G.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan dinasnya. Ia dapat bertemu personel militer dari berbagai negara sekaligus melihat kehidupan masyarakat dengan kondisi yang berbeda.
Kesempatan tersebut juga membuka jalan bagi Adila untuk mewujudkan impian masa kecilnya. Saat masa cuti, ia berkesempatan mengunjungi Eropa dan melihat salju secara langsung.
“Foto di salju memang sekarang bisa dibuat pakai AI. Tapi cerita saat benar-benar main salju langsung di Eropa itu tidak bisa dibeli dengan apa pun,” katanya.

Lima tahun berdinas membuat Adila menyadari bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Keputusan mengikuti keinginan sang ayah yang dahulu sempat membuatnya harus mengesampingkan kuliah justru membawanya pada pengalaman yang tidak pernah dibayangkan.
Baginya, kesuksesan tidak selalu memiliki satu jalur. “Kesuksesan tidak berpola tunggal. Tidak harus selalu lewat kuliah. Bisa dari jalan mana pun,” ujarnya.
Adila berpesan kepada anak muda agar tidak terburu-buru memberontak ketika keinginan pribadi berbeda dengan harapan orang tua. Komunikasi tetap penting, tetapi setiap proses juga perlu dijalani dengan ikhlas.
“Ga semua harus berjalan sesuai yang kita inginkan. Mungkin ini jalan Tuhan untuk masa depan kita yang jauh lebih baik lewat jalur yang lain,” pungkasnya.
