Jakarta, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup Ravika, perempuan asal Sragen, Jawa Tengah, menjadi bukti bahwa perjuangan, keberanian, dan doa mampu membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Setelah menghabiskan 10 tahun sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Ravika kini memulai babak baru dengan bekerja di Jepang di usia 32 tahun.
Bagi Ravika, keputusan merantau ke luar negeri bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan sebuah langkah untuk mewujudkan impian besar. Setelah lulus SMK pada 2011, ia memilih bekerja di Hong Kong dengan satu tujuan utama, yaitu memiliki rumah sendiri.
“Saya ingin punya rumah sendiri. Saya tumbuh dari keluarga broken home dan sejak kecil diasuh oleh nenek. Jadi memiliki rumah pribadi adalah impian terbesar saya,” ujar Ravika.
Selama satu dekade tinggal jauh dari tanah kelahiran, Ravika melewati berbagai cerita kehidupan. Ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika kehilangan orang-orang tersayang saat dirinya masih berada di perantauan.

Ayah, kakek, nenek, hingga adiknya meninggal dunia ketika Ravika belum bisa selalu berada di sisi keluarga. Kehilangan tersebut menjadi ujian berat yang harus ia jalani seorang diri di negeri orang.
Namun, perjalanan panjang itu terasa lebih kuat karena Ravika mendapatkan lingkungan kerja yang penuh kebaikan. Ia mengaku beruntung memiliki majikan yang sangat menghargai dirinya.
“Selama 10 tahun bekerja, beliau tidak pernah memarahi saya sekalipun. Cara bicaranya selalu lembut, sabar, dan menghargai saya. Masakan yang saya buat juga selalu diterima dengan baik tanpa keluhan,” kenangnya.
Selain mendapatkan perlakuan baik, Ravika juga menikmati waktu libur yang diberikan setiap minggu. Hari tersebut ia manfaatkan untuk berkegiatan positif bersama teman-teman, mengenal budaya Hong Kong, dan menikmati berbagai tempat menarik di negara tersebut.
Setelah 10 tahun menjalani kehidupan di Hong Kong, Ravika akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia. Meski sudah terbiasa dengan kehidupan luar negeri, ia menyadari bahwa perjalanan hidupnya masih panjang dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Saya sudah sangat terbiasa dengan kehidupan di luar negeri. Masa muda saya banyak dihabiskan di Hong Kong, yang sering disebut negara beton,” tuturnya.
Sekembalinya ke Indonesia, Ravika bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi penyemangat baru dalam hidupnya. Sosok tersebut sebelumnya baru pulang dari program magang di Jepang dan memiliki rencana kembali ke Negeri Sakura.
Dari situlah muncul keberanian Ravika untuk mencoba peluang baru. Meski usianya sudah memasuki 30-an, ia tidak ingin menjadikan umur sebagai penghalang.
Melalui proses panjang mempelajari bahasa Jepang, mengikuti berbagai tes, hingga melewati tahap wawancara, Ravika akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di Jepang. Ia berangkat melalui jalur Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker) dengan bidang keahlian pengolahan makanan. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa usia bukanlah batas untuk mengejar mimpi. Dengan kerja keras, keberanian, dan doa, Ravika mampu membuka peluang baru serta memulai babak kehidupan yang berbeda di Negeri Sakura.
Pada Agustus 2024, Ravika akhirnya berangkat ke Jepang untuk memulai karier barunya di usia 32 tahun. Tahun 2026 menjadi momen spesial ketika ia mengambil cuti pulang ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan, sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya di Jepang.

Selain perjalanan karier yang inspiratif, Ravika juga memiliki pengalaman berkesan ketika menghadiri acara “Temu Kangen WNI” bersama Presiden Joko Widodo di AsiaWorld-Expo, Hong Kong, pada 30 April 2017. Dalam kesempatan tersebut, ia berhasil mengabadikan momen berfoto bersama Presiden Jokowi, bahkan foto tersebut diambil langsung oleh anggota Paspampres.
Bagi Ravika, pengalaman itu menjadi salah satu kenangan terbaik selama hidupnya di Hong Kong.
Melalui kisahnya, Ravika ingin memberikan semangat kepada siapa pun yang merasa terlambat mengejar mimpi.
“Untuk teman-teman yang merasa tertinggal di usia 30-an, jangan pernah merasa sudah terlambat. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan berdoa. Allah pasti akan mudahkan jalan kita,” pesannya.
Kisah Ravika menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Usia bukan batas untuk memulai sesuatu yang baru, selama masih ada keberanian untuk mencoba dan keyakinan untuk terus melangkah.
