Jakarta, TeropongJakarta.com – Di balik seragam yang dikenakannya sebagai personel Divisi Humas Mabes Polri, Ipda Itasa menyimpan kisah perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Lahir dan besar di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ia tumbuh dalam lingkungan desa yang sederhana dengan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan selalu mengajarkan arti kerja keras serta kejujuran.
Masa kecil yang dihabiskan di desa menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter Ipda Itasa. Kehidupan yang jauh dari kemewahan justru mengajarkannya untuk mandiri, pantang menyerah, dan berani memperjuangkan setiap impian. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya yakin bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Sejak kecil, Ipda Itasa telah memendam keinginan menjadi seorang polisi wanita. Baginya, profesi tersebut bukan hanya pekerjaan, tetapi kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan disiplin, kerja keras, serta doa yang tidak pernah putus, impian itu akhirnya terwujud. Ia meyakini keberhasilannya merupakan berkat Tuhan sekaligus hasil dari perjuangan yang dilakukan tanpa mengenal lelah.

Perjalanan kariernya semakin menempa mental ketika mendapat penugasan di Papua pada 2024 hingga 2025. Bertugas di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya. Memasuki daerah konflik menuntut setiap personel untuk selalu waspada, berhati-hati, dan siap menghadapi berbagai situasi yang tidak dapat diprediksi.
Di tengah tantangan tersebut, Ipda Itasa justru menemukan makna pengabdian yang lebih luas. Ia dipercaya terlibat dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Papua. Melalui permainan, edukasi, dan pendekatan yang hangat, ia berusaha menghadirkan rasa aman serta mengembalikan senyum anak-anak yang hidup di tengah berbagai keterbatasan.
“Bagi saya, melihat mereka kembali tersenyum adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apa pun. Di situlah saya belajar bahwa tugas seorang anggota Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan harapan,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas negara, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Menurutnya, setiap anggota Polri memiliki kesempatan untuk menjadi penyemangat bagi masyarakat melalui tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya.
Kini, Ipda Itasa berharap dapat terus menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, institusi Polri, bangsa, dan negara. Ia percaya bahwa dedikasi yang tulus akan selalu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Bagi saya, tidak perlu berkata-kata untuk menunjukkan siapa kita, tetapi cukup lewat prestasi,” katanya.
Prinsip itu terus ia pegang dalam setiap langkah pengabdian. Ia meyakini bahwa ketika seseorang telah mendedikasikan dirinya untuk bangsa dan negara, tidak ada yang lebih penting selain bekerja dengan tulus, menjaga integritas, terus berprestasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari desa di Penajam Paser Utara hingga menjalankan tugas di Papua, perjalanan Ipda Itasa menjadi bukti bahwa ketulusan, keberanian, dan kerja keras akan selalu menemukan jalannya, serta menjadi inspirasi bahwa prestasi adalah identitas terbaik bagi setiap insan pengabdi.
