Tangerang Selatan, TeropongJakarta.com – Indra Yolanda Pristiawati, perantau asal Sumatra Selatan yang kini melanjutkan studi S2 di Tangerang Selatan, mulai dikenal sebagai salah satu digital creator hijab yang aktif di bidang fashion dan beauty. Lewat media sosial, Yolanda konsisten membangun citra sebagai perempuan muda yang tidak hanya fokus pada penampilan, tetapi juga pada pesan pemberdayaan dan self-development.
Ketertarikannya pada dunia fashion sudah muncul sejak lama. Ia mengaku sejak awal gemar mengeksplorasi gaya berpakaian, khususnya fashion hijab, serta dunia kecantikan dan perawatan diri. Dari ketertarikan itu, ia mulai membangun konten digital yang kini menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi bagi para pengikutnya.
“Sejak dulu saya senang mengeksplorasi fashion hijab dan beauty. Saya ingin menunjukkan bahwa hijab tetap bisa relevan, modern, dan stylish tanpa meninggalkan nilai yang ada di dalamnya,” ujar Yolanda.
Menurutnya, fashion bukan hanya soal estetika, tetapi juga media untuk membangun kepercayaan diri. Ia menilai, merawat diri merupakan bagian dari self-love yang berdampak pada cara seseorang menghargai dirinya sendiri.

“Bagi saya, merawat diri adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Itu bukan hanya soal penampilan, tapi juga bagaimana kita membangun rasa percaya diri,” tambahnya.
Selain aktif sebagai content creator dan menerima berbagai kerja sama brand, Yolanda juga mendirikan platform di media sosial @ruangutuhh, yang ia gagas saat menjadi Putri Hijabfluencer Jakarta. Platform ini menjadi ruang kolaborasi dan edukasi bagi perempuan dari berbagai latar belakang.
Melalui @ruangutuhh, Yolanda mendorong pemberdayaan perempuan melalui diskusi dan kolaborasi lintas komunitas, mulai dari aktivis, profesional, hingga pegiat sosial. Isu yang diangkat pun beragam, mulai dari kesehatan mental, pengembangan diri, hingga kesadaran sosial.
“Kami ingin perempuan bisa tumbuh bersama, saling mendukung, dan punya ruang untuk berkembang. Tidak hanya secara personal, tetapi juga secara sosial,” jelasnya.

Di dunia pageant, Yolanda juga mencatat sejumlah pencapaian. Ia pernah meraih gelar Runner Up 2 Putri Hijab Jakarta serta Winner Duta Muslimah Hijab. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari konsistensi, keberanian keluar dari zona nyaman, serta keyakinan terhadap potensi diri.
“Saya percaya, kalau kita tidak yakin pada diri sendiri, orang lain juga tidak akan melihat potensi kita. Karena itu saya lebih memilih mencoba daripada tidak sama sekali,” katanya.
Yolanda juga menekankan pentingnya mentalitas belajar dalam setiap proses. Baginya, seorang perempuan yang ingin berkembang perlu berani mengambil risiko, memperluas wawasan, dan mengasah kemampuan komunikasi.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa semua proses yang dijalani selalu dilandasi niat yang tulus untuk memberi manfaat.
“Saya ingin setiap langkah tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bisa memberi dampak bagi orang lain,” ujarnya.

Kepada generasi muda, Yolanda berpesan agar tidak terjebak dalam budaya membandingkan diri di media sosial. Menurutnya, setiap orang memiliki proses dan waktu masing-masing untuk bertumbuh.
“Jangan sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Gunakan pencapaian orang lain sebagai inspirasi, bukan tekanan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya soal prestasi, tetapi juga kebermanfaatan.
“Pencapaian terbaik adalah ketika kita bisa memberi dampak positif bagi orang lain,” ujarnya.
Dengan konsistensi di dunia digital, kiprah pageant, serta gerakan pemberdayaan perempuan yang ia bangun, Yolanda menjadi salah satu representasi perempuan muda yang aktif, adaptif, dan berdaya di era digital.
