Malang, TeropongJakarta.com – Betzy Widayat, pendiri Luz Femme Padel Club di Malang, memulai klub ini dengan sebuah visi besar: menciptakan ruang yang lebih inklusif untuk perempuan melalui olahraga padel. Betzy, yang sejak lama mencintai padel, melihat olahraga ini bukan hanya sebagai sebuah aktivitas fisik, tetapi juga sebagai cara untuk membangun komunitas, gaya hidup sehat, dan rasa percaya diri. “Padel bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga tentang membangun komunitas yang saling mendukung, menginspirasi, dan memberi rasa percaya diri,” ujar Betzy.
Luz Femme Padel Club hadir untuk mengisi kekosongan ruang yang dibutuhkan perempuan yang ingin berolahraga dengan nyaman, tanpa rasa canggung. Menurut Betzy, olahraga padel semakin populer di Indonesia, namun masih sedikit tempat yang dikhususkan untuk perempuan. “Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman dan stylish, di mana perempuan bisa berlatih padel, belajar, dan berkembang bersama tanpa rasa takut atau malu,” tambahnya. Dari sanalah, Luz Femme Padel Club mulai berdiri, menyuguhkan lingkungan yang mendukung dan inklusif.
Keberhasilan klub ini tidak lepas dari meningkatnya antusiasme perempuan terhadap olahraga padel. Betzy mencatat bahwa minat perempuan terhadap padel di Malang berkembang pesat. “Awalnya, banyak yang tertarik dengan padel hanya karena tren, namun tantangannya adalah bagaimana menjaga mereka tetap terlibat dalam jangka panjang,” ungkap Betzy. Menjaga keterlibatan member, kata Betzy, menjadi tantangan terbesar bagi olahraga yang sedang naik daun ini.

Untuk itu, Luz Femme Padel Club berfokus tidak hanya pada aspek olahraga, tetapi juga pada pengembangan komunitas yang solid. Betzy menekankan pentingnya kegiatan sosial di luar latihan rutin untuk menjaga kedekatan antar anggota. “Kami mengadakan fun match, ladies day, turnamen, hingga acara seperti mengunjungi kedai kopi bersama member. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar member, menjadikannya lebih dari sekadar hubungan olahraga, tetapi persahabatan yang kuat,” jelas Betzy.
Bagi Betzy, pendekatan yang dilakukan oleh Luz Femme bukan hanya soal promosi, tetapi lebih kepada membangun pengalaman yang membuat padel menjadi bagian dari gaya hidup anggotanya. “Kami mengajak mereka untuk merasakan padel dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses. Dari yang awalnya tidak tahu apa itu padel, kini banyak member yang menjadikannya bagian dari rutinitas mereka,” kata Betzy.
Luz Femme Padel Club juga berhasil membangun atmosfer yang mendukung bagi perempuan untuk tumbuh. “Kami percaya bahwa setiap orang, khususnya perempuan, berhak merasa diterima dalam komunitas ini. Kami memberikan ruang untuk mereka menjadi diri mereka sendiri, berkembang, dan merasa didukung dalam setiap langkah mereka,” ujarnya. Pendekatan inklusif ini menjadi salah satu kekuatan utama klub ini dalam menarik anggota.

Salah satu misi utama Luz Femme adalah memperluas aksesibilitas olahraga padel kepada lebih banyak perempuan. “Kami ingin padel terasa lebih dekat dan bisa dinikmati oleh semua perempuan, dari yang benar-benar pemula hingga yang sudah ingin bermain lebih serius,” jelas Betzy. Klub ini berusaha menjangkau lebih banyak perempuan melalui program-program yang mudah diikuti dan tidak memandang latar belakang atau tingkat kemampuan.
Selain itu, Luz Femme aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan olahraga padel ke lebih banyak perempuan. “Kami berkolaborasi dengan berbagai brand, komunitas, dan bahkan kota lain untuk memperluas exposure olahraga ini,” ujar Betzy. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan yang tertarik untuk mencoba padel dan memperkenalkan olahraga ini lebih luas lagi.
Betzy juga berharap Luz Femme dapat menjadi pionir klub padel wanita di Malang, bahkan di Indonesia. “Kami ingin menjadi klub yang eksklusif, loyal, dan mendukung perempuan dalam setiap langkah mereka. Luz Femme bukan hanya tempat berolahraga, tetapi juga simbol kekuatan perempuan dalam dunia olahraga,” tambahnya dengan penuh semangat. Melalui program-program yang menyasar kebutuhan perempuan, klub ini bertekad untuk terus berkembang.

Keberhasilan Luz Femme Padel Club semakin diakui oleh komunitas olahraga padel di Malang. Dengan konsep yang inklusif dan berbasis pada pengembangan diri, klub ini telah membuktikan diri sebagai tempat yang tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga pada kualitas hubungan antar member yang terbentuk. “Kami bangga dengan setiap perkembangan yang kami raih, baik dalam hal prestasi olahraga maupun dalam membangun komunitas yang solid,” ujar Betzy.
Ke depan, Luz Femme Padel Club berencana untuk memperluas jangkauan dan terus berinovasi dalam mengadakan kegiatan yang dapat mendukung pertumbuhan komunitas. “Kami akan menyelenggarakan lebih banyak turnamen, pelatihan, dan event yang melibatkan member dalam berbagai aspek kehidupan. Kami ingin Luz Femme menjadi ruang yang tidak hanya memperkenalkan olahraga padel, tetapi juga memperkuat hubungan antar perempuan,“ kata Betzy.
Dengan semangat yang tinggi dan dedikasi penuh, Betzy dan tim Luz Femme berkomitmen untuk menjadikan padel sebagai bagian dari gaya hidup perempuan di Indonesia. “Padel adalah lebih dari sekadar olahraga bagi kami; ini adalah cara untuk membangun persahabatan, menemukan diri sendiri, dan merayakan keberagaman perempuan,” tutup Betzy dengan penuh keyakinan. Luz Femme Padel Club siap menjadi pelopor dalam menciptakan komunitas olahraga perempuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
