Bekasi, TeropongJakarta.com – Di tengah gemerlap lampu ballroom Grand Arsyila Hotel, Kota Bekasi, Selasa, 11 November 2025, seorang remaja tampil dengan keyakinan yang tidak lazim untuk usianya. Anindiya Delia Renata, 16 tahun, melangkah dengan kebaya dan riasan adat Sunda yang memancarkan keteduhan. Namun yang membuatnya menonjol bukan sekadar penampilan, melainkan gagasan yang ia bawa: kecantikan bukan tentang wajah, melainkan karakter.
Sebagai ICON BAIK (Berbudaya Anak Indonesia dengan Kebaya), Anindiya menjadi salah satu figur muda yang diundang dalam Seminar dan Kompetisi Make Up HARPI Kota Bekasi 2025. Acara yang menghadirkan narasumber Galih Pamungkas serta juri Abuychow dan Barzadinata itu menjadi ruang belajar sekaligus panggung pembuktian bagi dirinya.
Di depan media, ia berbicara dengan tenang. “Kebaya itu lembut, tetapi tegas. Ia mengajarkan kita cara menjadi perempuan Indonesia yang anggun sekaligus kuat,” ujarnya. Ucapan itu melampaui ekspektasi publik terhadap remaja seusianya dan membuatnya mendapat perhatian tersendiri dari panitia serta peserta lain.
Anindiya tidak hanya hadir untuk tampil. Ia menyimak, mencatat, dan menyerap teknik make up langsung dari para profesional. Baginya, riasan bukan alat untuk menyembunyikan kekurangan, melainkan jembatan untuk memperkuat jati diri. “Make up yang baik bukan membuat kita menjadi orang lain, tetapi membuat karakter kita lebih terlihat,” katanya.

Pandangan yang matang ini bersumber dari keyakinannya pada konsep “cantik luar-dalam.” Menurutnya, kecantikan sejati lahir dari empati, sopan santun, serta integritas personal. “Wajah bisa dirias. Tetapi hati yang baik, itu yang membuat orang nyaman berinteraksi,” ujarnya.
Penampilannya yang rapi dan cara berpikirnya yang terstruktur membuka peluang baru. 3 hari sebelum acara, ia langsung ditawari menjadi model MUA Cantikaweddings dan bergabung dengan penata rias Ike_Siwu. Tawaran itu ia sambut sebagai ruang belajar tambahan.
“Aku ingin tahu bagaimana rasanya menjadi pengantin sehari. Itu pengalaman yang tidak semua orang dapatkan,” katanya sambil tersenyum.
Perjalanan Anindiya memang tidak sebentar. Sejak kecil, ia aktif di modeling, catwalk, taekwondo, hingga basket DBL. Ia pernah menjadi Mojang Bandung, juara 2 Putri Kebaya antar-kota, dan masuk Top 5 Photogenic antar-provinsi. Rekam prestasinya menjadikannya figur muda yang terbiasa bekerja keras.

Namun, di balik lampu panggung, ia memendam mimpi besar: menjadi dokter. “Saya ingin masuk fakultas kedokteran dengan biaya kerja keras saya sendiri. Karena itu saya belajar banyak hal sejak sekarang,” ujarnya.
Lewat kebaya, konsistensi, dan keberanian mencoba hal baru, Anindiya menghadirkan wajah baru dari generasi muda Indonesia generasi yang tidak hanya ingin terlihat cantik, tetapi ingin bermakna.
