Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Percaya Diri Itu Otot: Strategi Evi Afriliani Menguatkan Mental Anak Muda
    Health

    Percaya Diri Itu Otot: Strategi Evi Afriliani Menguatkan Mental Anak Muda

    AdminBy AdminAugust 13, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Palembang, TeropongJakarta.com – Evi Afriliani, perempuan asal Palembang Kota, menatap layar ponselnya dengan senyum tipis. Di balik kesibukan sehari-hari, dia punya satu misi: memahami mengapa banyak anak muda hari ini kehilangan rasa percaya diri. “Rasa percaya diri itu seperti otot. Kalau tidak dilatih, ia lemah,” ujarnya tegas.

    Menurut Evi, akar masalah anak muda sekarang bukan sekadar soal kemampuan, tapi lingkungan tempat mereka tumbuh. Tekanan akademik, ekspektasi keluarga, dan standar sosial yang tinggi membuat banyak remaja merasa selalu tertinggal. “Mereka selalu dibandingkan dengan orang lain. Dan media sosial memperparah itu,” katanya.

    Dia menunjuk ponselnya lagi, membuka feed Instagram yang penuh foto sempurna. “Ini bukan hanya soal melihat yang cantik dan sukses. Algoritma sengaja menonjolkan konten yang bikin kita merasa kurang,” ujarnya sambil menatap layar dengan serius.

    Teman sebaya, lanjut Evi, berperan sebagai cermin diri. Candaan atau komentar negatif bisa menancap lebih dalam daripada yang disadari. Lingkungan yang mendukung bisa menguatkan mental, tapi lingkungan toksik bisa meruntuhkan rasa percaya diri dalam hitungan minggu.

    Dampak jangka panjang bagi mereka yang kurang percaya diri terlihat jelas. Karier terhambat, peluang terlewat, dan kesehatan mental terganggu. Evi menekankan, banyak anak muda akhirnya memilih “bermain aman” sepanjang hidupnya, tanpa pernah mengeksplorasi potensi sesungguhnya.

    Evi percaya, masa muda adalah waktu paling tepat membangun mental tangguh. “Otak masih plastis, tanggung jawab relatif ringan, banyak ruang untuk mencoba dan gagal,” ujarnya. Sekolah, kampus, dan komunitas adalah laboratorium hidup untuk belajar menghadapi tantangan.

    Langkah pertama, kata Evi, adalah menetapkan tantangan kecil yang bisa dicapai secara bertahap. “Jangan tunggu besar dulu. Keberhasilan sekecil apa pun, tulis, rayakan, biar otak kita percaya kita bisa,” sarannya dengan nada lantang.

    Lingkungan suportif juga jadi kunci. Evi menekankan pentingnya orang-orang yang memberi masukan konstruktif. “Kalau dikelilingi orang yang hanya mengkritik atau membandingkan, percaya diri bakal ambruk,” katanya. Mengurangi konsumsi media sosial yang memicu perbandingan juga menjadi strategi wajib.

    Bagi yang takut maju, Evi punya trik psikologis: ubah perspektif risiko. Kegagalan bukan vonis akhir, tapi data untuk memperbaiki diri. Memulai dari zona nyaman, lalu perlahan maju ke wilayah lebih menantang, menurutnya, adalah rahasia para pejuang percaya diri.

    Mentor atau role model juga punya peran besar. “Melihat orang yang sudah berhasil memberi contoh nyata, kita jadi tahu: kalau mereka bisa, kita juga bisa,” katanya sambil tersenyum. Latihan berbicara di depan publik, mulai dari forum kecil, menjadi latihan penting agar mental makin tangguh.

    Evi menekankan: percaya diri bukan bakat bawaan. Semua orang berproses. Bahkan mereka yang terlihat berani pun dulunya ragu. “Percaya diri lahir dari tindakan, bukan dari menunggu rasa itu datang,” katanya.

    Pesan terakhir Evi kepada generasi muda yang masih terjebak dalam rasa ragu: “Hidup bukan perlombaan melawan orang lain. Bertindaklah sekarang, dan rasa percaya dirimu akan mengikuti. Jangan tunggu sampai siap, karena siap itu seringkali hanya ilusi.”

    Berita BeritaBaru Cara membangun rasa percaya diri Evi Afriliani Kesehatan mental remaja Lingkungan sosial anak muda Media sosial dan kepercayaan diri Mental generasi muda motivasi anak muda news Palembang Pengembangan diri remaja Peran teman sebaya Percaya diri anak muda Role model percaya diri Strategi self confidence TeropongJakarta.com Tips percaya diri Tips sukses generasi muda
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleRisna Pilih Mandiri: Tinggalkan yang Tak Membuatmu Berkembang!
    Next Article Naomi Sachie: Dari Debu Merah Kalimantan ke Panggung Bisnis Kota Besar
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.