Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Berawal dari Pandemi, Selly Fatria Ifrina Bangun Bisnis hingga 20 Ribu Mitra

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Asrama Batalyon hingga Seoul Marathon: Kisah Inspiratif Kartika dalam Dunia Lari
    Health

    Dari Asrama Batalyon hingga Seoul Marathon: Kisah Inspiratif Kartika dalam Dunia Lari

    AdminBy AdminJuly 12, 2024No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bandung, TeropongJakarta.com Immaculata Rosarianti Kartikadewi, yang akrab disapa Kartika, adalah seorang ibu rumah tangga dan anggota Persit yang saat ini berdomisili di Bandung. Perjalanan larinya dimulai pada tahun 2019 ketika suaminya mengajaknya untuk ikut serta dalam race Musi Run Palembang kategori 5K. “Waktu itu, saya belum ada minat lari sama sekali, tapi saya ingin mencobanya,” kenang Kartika. Meskipun awalnya merasa sangat kewalahan karena tidak ada latihan sebelumnya, pengalaman tersebut menjadi titik awal dari sebuah perubahan besar dalam hidupnya.

    Setelah event tersebut, Kartika mulai berlatih lari, meskipun belum konsisten karena masih merasa kesulitan untuk menempuh jarak 5K. “Pada tahun itu, kami tinggal di asrama batalyon yang jauh dari kota, jadi saya memanfaatkan latihan lari hanya di kompleks asrama dengan bimbingan suami,” ujarnya. Seiring berjalannya waktu, latihan yang semula hanya seminggu sekali menjadi lebih sering, hingga 2-3 kali seminggu, meskipun jaraknya masih terbatas pada 5K.

    Pandemi Covid-19 yang melanda memberikan waktu lebih bagi Kartika untuk berolahraga di dalam asrama. Dengan berjalannya waktu, endurance-nya meningkat dan heart rate-nya semakin stabil. “Mulai bisa menempuh jarak yang lebih jauh, seperti 10K, kemudian 15K. Hingga akhirnya, saya menjalani half marathon sebagai menu long run mingguan dan mulai ikut race di luar negeri,” kata Kartika. Kegiatan lari pun kini menjadi kebiasaan yang harus dilakukan, jika tidak, rasanya ada yang kurang.

    Dengan izin dan dukungan penuh dari suami, Kartika biasanya berlatih lari sendiri atau bersama komunitas, dimulai pada pagi hari atau subuh. “Kalau ada kegiatan yang mendesak, saya latihan di sore hari atau menggunakan treadmill,” jelasnya. Terkadang, rasa ngantuk di pagi hari harus dilawan demi tetap berlatih. “Jika tidak memulai pagi hari, rasa malas akan menguasai dan menghambat progres latihan saya,” tambahnya.

    Kartika menyadari bahwa mencapai konsistensi dalam long run tidaklah instan. “Perlu melawan rasa malas dan ketidakmampuan diri,” tegasnya. Dukungan dan sistem pendukung dari keluarga juga sangat penting. Pada tahun 2023, Kartika mengikuti Seoul Marathon 42.195K relay 2, berpasangan dengan seorang pelari Korea. “Kami berhasil menyelesaikan race tersebut dengan catatan waktu 4:11:14,” ungkap Kartika bangga.

    Momen race Full Course relay 2 tersebut juga merupakan virgin race jarak half marathon bagi Kartika dan pengalaman berlari di Korea, negara yang sangat ingin dia kunjungi. “Melaksanakan lari dengan perasaan senang dan tanpa paksaan menjadikannya kebutuhan dan hobi yang menyenangkan,” katanya. Selain memberikan endorfin, lari juga menjaga kesehatan fisik, menjaga berat badan, dan mengurangi stres.

    Kartika juga menekankan pentingnya disiplin dan komitmen dalam berlatih. “Untuk bisa dan biasa long run secara konsisten tidak instan. Harus melawan diri sendiri dari rasa malas dan rasa tidak sanggup,” jelasnya. Dengan dukungan suami, biasanya Kartika berlatih lari sendiri atau dengan komunitas, dimulai di pagi hari atau subuh.

    Kartika juga mengungkapkan bahwa, jika sangat sibuk, dia berlatih dengan treadmill. “Kadang bangun sangat pagi untuk berlatih masih menemukan rasa ngantuk dan ingin melanjutkan tidur, tapi menyadarkan diri jika tidak dimulai pagi hari, jadinya tidak akan jadi lari dan akan semakin malas,” jelasnya.

    Saat ini, Kartika sedang berlatih untuk race Marathon 42K. “Saya menyadari bahwa dukungan dari keluarga dan konsistensi adalah kunci utama,” tegasnya. Menurutnya, pengalaman berlari telah memberikan banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental.

    Kartika juga berbagi tips bagi mereka yang ingin memulai hobi lari. “Mulailah dari jarak yang pendek dan tingkatkan secara bertahap. Jangan lupa untuk selalu menikmati setiap langkah yang diambil,” sarannya. Bagi Kartika, lari bukan sekadar olahraga, tetapi juga cara untuk menjaga kewarasan dari hal-hal yang membuat stres.

    Dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari keluarga, Kartika terus melangkah maju dalam perjalanan larinya. “Saya berharap dapat menginspirasi banyak orang untuk mulai berlari dan menemukan kebahagiaan dalam setiap langkah mereka,” pungkasnya.

    Bandung Health Inspirasi Sport TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleFifi Bonefacia: Inspirasi Tak Kenal Usia dari Dunia Properti dan Olahraga
    Next Article Aisyah Nur Rahmah, Atlet Muda Berbakat dari Magelang: Warisan Semangat dari Sang Ibu
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Berawal dari Pandemi, Selly Fatria Ifrina Bangun Bisnis hingga 20 Ribu Mitra

    October 15, 2026

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    October 12, 2026

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Berawal dari Pandemi, Selly Fatria Ifrina Bangun Bisnis hingga 20 Ribu Mitra

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.