
Indramayu, TeropongJakarta.com – Dunia digital semakin berkembang pesat, membuka peluang bagi siapa saja yang ingin membangun personal branding di media sosial. Salah satu sosok yang berhasil menaklukkan dunia influencer adalah Vivi Amalia Dewi. Berawal dari ratusan followers, kini ia telah bekerja sama dengan ratusan brand ternama. Namun, perjalanan menuju kesuksesan ini tidaklah mudah.
Memulai karier sebagai influencer di tahun 2019, Vivi menghadapi tantangan besar dalam memahami algoritma media sosial. Ia harus membangun audiens dari nol dan mencari strategi yang tepat agar kontennya bisa menarik perhatian lebih banyak orang.
“Tantangan terbesar saat itu adalah benar-benar merintis dari nol. Aku mulai dari ratusan followers, lalu berkembang menjadi ribuan, hingga puluhan ribu. Aku harus memahami bagaimana algoritma media sosial bekerja agar bisa menjangkau lebih banyak orang,” ujar Vivi saat diwawancarai.

Tidak hanya soal algoritma, Vivi juga harus menghadapi persaingan yang ketat di dunia digital. Banyak influencer lain yang sudah lebih dulu sukses, sehingga ia perlu menemukan ciri khas tersendiri agar bisa bersaing dan tetap relevan.
Berkat kerja keras dan konsistensinya, Vivi kini telah dipercaya oleh banyak brand untuk mempromosikan produk mereka. Kesuksesan ini menjadi pencapaian besar yang membuatnya semakin bersemangat dalam dunia influencer.
“Sangat bangga dan bahagia atas pencapaian ini, karena aku sudah berani melangkah sejauh ini. Bisa membuat brand-brand percaya untuk bekerja sama denganku adalah sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Kepercayaan dari berbagai brand besar bukan datang secara instan. Vivi harus membangun reputasi, menjaga kualitas konten, dan terus meningkatkan engagement dengan audiensnya.
Untuk bisa sukses di dunia digital, Vivi memiliki beberapa strategi utama. Menurutnya, ada tiga hal yang harus dikuasai oleh seorang influencer: memahami algoritma media sosial, konsisten dalam membuat konten, serta membangun kolaborasi dan networking.
“Kalau mau sukses di media sosial, harus benar-benar ngerti algoritma platform yang digunakan. Konsistensi juga penting, karena kalau kita jarang upload, orang bakal lupa. Selain itu, kolaborasi dengan kreator lain dan networking dengan brand juga sangat membantu perkembangan akun kita,” jelasnya.

Strategi ini terbukti efektif dalam membangun personal branding Vivi di media sosial. Ia berhasil menarik perhatian banyak pengikut dan menjadikannya sebagai influencer yang memiliki pengaruh besar.
Sebagai seorang content creator, Vivi juga tidak luput dari perasaan insecure. Namun, ia memilih untuk menghadapinya dengan cara yang positif. “Mungkin dengan menerima ketidaksempurnaan aku sendiri, tetap mau berkembang, dan terus fokus pada tujuan awal. Aku selalu ingat alasan kenapa aku memulai ini semua,” ungkapnya.
Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, Vivi lebih memilih untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya. Baginya, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing dan tidak perlu merasa rendah diri hanya karena perjalanan suksesnya berbeda dengan orang lain.
Bagi mereka yang masih ragu untuk memulai karier sebagai influencer, Vivi memberikan pesan yang sangat menginspirasi. “Wajib memulai aja dulu. Jangan hiraukan omongan orang lain, fokus pada diri sendiri, dan terima kritik sebagai acuan untuk berkembang ke arah yang lebih baik,” katanya dengan penuh semangat.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk memberikan dampak positif di media sosial. Kunci utamanya adalah percaya diri, berani mencoba, dan terus belajar.
“Percayalah pada dirimu sendiri dan mulailah berani menunjukkan siapa dirimu di media sosial. Apa yang kamu bagikan bisa memberi dampak positif bagi orang lain, jadi jangan takut untuk memulai,” tutupnya.
Vivi Amalia Dewi adalah bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk memulai bisa membawa seseorang menuju kesuksesan di dunia digital. Dari ratusan followers hingga bekerja sama dengan ratusan brand, ia telah menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha.