Hongkong, TeropongJakarta.com – Di tengah hiruk pikuk Hong Kong, Siti Khunaifah akrab dipanggil Siti menjalani hidup sebagai pekerja migran dengan satu tujuan utama: memperbaiki ekonomi keluarga demi masa depan anaknya. Perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah, itu telah tujuh tahun meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di negeri orang.
Keputusan merantau diambil Siti bukan tanpa pertimbangan. Ia tumbuh dari keluarga kurang mampu dan memahami betul arti keterbatasan. Kondisi itulah yang membentuk tekadnya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. “Saya ingin anak saya bisa hidup mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Siti.
Jarak ribuan kilometer tidak membuat perannya sebagai ibu memudar. Setiap hari, ia rutin melakukan panggilan video dengan anak dan keluarganya di Indonesia. Waktu malam menjadi momen yang paling sering dipilih, saat pekerjaan telah selesai dan rindu dapat sedikit terobati. Percakapan singkat itu menjadi sumber kekuatan yang menjaga semangatnya tetap menyala.

Perjuangan bertahun-tahun itu kini mulai berbuah. Siti telah memiliki rumah sendiri di kampung halamannya. Sepeda motor yang dahulu hanya menjadi impian kini telah dimilikinya. “Saya sangat senang dan bangga pada diri sendiri,” ujarnya. Bagi Siti, pencapaian tersebut bukan sekadar soal materi, melainkan bukti bahwa kerja keras mampu mengubah nasib.
Meski demikian, Siti belum berniat pulang dalam waktu dekat. Ia masih menyimpan rencana besar untuk masa depan: membangun usaha sendiri di Indonesia. Saat ini, ia memilih tetap bekerja di Hong Kong demi mengumpulkan modal. “Kalau sudah ada modal untuk usaha, saya akan pulang,” tuturnya. Merantau baginya hanyalah fase sementara, bukan tujuan akhir.

Harapan terbesar Siti tertuju pada anaknya. Ia ingin sang anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, kuat, dan mandiri. Pendidikan menjadi perhatian utama. Ia berharap anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan kelak menemukan profesi yang sesuai dengan minat serta kemampuannya. “Intinya saya ingin yang terbaik untuk anak saya,” katanya.
Kisah Siti Khunaifah merepresentasikan banyak perempuan Indonesia yang memilih merantau demi keluarga. Di balik statistik pekerja migran, terdapat cerita tentang pengorbanan, keberanian, dan mimpi yang disusun dengan sabar. Dari Kebumen hingga Hong Kong, Siti menapaki jalan panjang demi memastikan tumbuh kembang anak dan masa depan keluarga yang lebih baik.
