Denpasar, TeropongJakarta.com – Ida Ayu Putu Indah Komala Dewi menapaki panggung wisuda program Magister Teknik Mesin dengan satu tekad sederhana: memperdalam pemahaman teori agar dapat mengajarkan otomotif secara lebih akurat kepada para siswanya. Guru otomotif di SMK Negeri 1 Denpasar itu baru saja menyelesaikan studi S2 yang menurutnya menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan teknologi kendaraan yang semakin cepat.
Perempuan yang tinggal di Mengwi ini mengatakan, keputusan melanjutkan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar akademik. Ia ingin memahami konsep teknik mesin secara lebih analitis sehingga mampu menjelaskan prinsip otomotif secara runtut kepada siswa. “Saya ingin mengajarkan konsep otomotif tidak hanya di permukaan, tetapi sampai ke dasar teorinya,” kata Indah Sabtu, 14/03.
Sebagai pengajar di bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Indah mencoba menerapkan pendekatan ilmiah yang dipelajarinya selama kuliah. Ia memanfaatkan metode analisis material dan logika riset untuk melatih siswa melakukan troubleshooting secara sistematis. Menurut dia, banyak siswa terbiasa menebak-nebak sumber kerusakan kendaraan tanpa memahami proses diagnosis yang tepat.

“Di kelas, saya mendorong siswa berpikir seperti peneliti kecil. Mereka harus menganalisis gejala, memahami penyebab, lalu menarik kesimpulan. Jadi bukan sekadar mengganti komponen,” ujarnya.
Indah menilai peran guru otomotif saat ini semakin penting sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan industri. Perkembangan teknologi kendaraan, terutama kendaraan listrik dan sistem hybrid, menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan agar tidak tertinggal.
“Guru harus menjadi jembatan teknologi. Kalau gurunya tidak mengikuti perkembangan industri, siswa juga akan tertinggal,” kata dia.

Ke depan, Indah berharap siswa TKR tidak hanya terampil dalam mekanik konvensional, tetapi juga memahami teknologi otomotif masa depan. Menurutnya, pengetahuan tentang kendaraan listrik dan hybrid menjadi kebutuhan penting bagi lulusan sekolah kejuruan yang akan terjun ke dunia kerja.
“Harapan saya, siswa tidak hanya pandai memperbaiki mesin konvensional, tetapi juga siap menghadapi era kendaraan listrik,” ujar Indah. “Industri otomotif berubah sangat cepat, dan pendidikan harus berjalan seiring dengan perubahan itu.”
