Magelang, TeropongJakarta.com – Pengalaman hidup yang sulit tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih kesempatan baru. Bagi Dista Ayu Marsega, masa-masa penuh tantangan justru menjadi titik awal untuk menemukan potensi diri sekaligus menghadirkan manfaat bagi orang lain. Kini, ia mengembangkan gerakan pemberdayaan perempuan melalui kreativitas, keterampilan digital, dan apresiasi terhadap perempuan Indonesia.
Perjalanan Dista tidak selalu berjalan mudah. Pada 2020, ia didiagnosis mengalami gangguan bipolar dan harus menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Kondisi tersebut turut memengaruhi kepercayaan dirinya,sempat mencoba berusaha beberapa mengakhiri hidupnya ketika ia merasakan stigma dari lingkungan sekitar.
Di tengah situasi tersebut, Dista berusaha menemukan kembali semangat untuk menjalani kehidupan. Ia mulai mencari aktivitas positif yang dapat dilakukan dari rumah. Dari proses tersebut, ia mengenal dunia digital, khususnya desain grafis dan pemasaran digital.

Bangkit Melalui Keterampilan Digital
Dista mulai mempelajari berbagai keterampilan secara mandiri melalui sumber pembelajaran daring. Ia mengembangkan kemampuan desain grafis, mengasah kreativitas, hingga mempelajari strategi pemasaran digital.
Proses belajar yang dijalaninya secara bertahap membuahkan hasil. Pada 2024, ia mendapatkan kesempatan menjadi Duta Canva. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Dista untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus mengembangkan potensinya.
Pengalaman tersebut juga membuatnya menyadari bahwa teknologi digital dapat membuka peluang produktivitas bagi perempuan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk beraktivitas di luar rumah.
Mengembangkan Komunitas Perempuan Berdaya Magelang
Keinginan untuk membagikan ilmu dan pengalaman mendorong Dista mendirikan Komunitas Perempuan Berdaya Magelang pada 2 November 2024.
Komunitas ini menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk meningkatkan keterampilan serta membangun kemandirian melalui teknologi digital.

Berbagai kegiatan pembelajaran diselenggarakan, mulai dari desain grafis, pemasaran digital, hingga pengembangan bisnis online. Seiring perkembangannya, komunitas tersebut memiliki lebih dari 100 anggota aktif.
Pada 2025, gerakan ini kemudian dikembangkan menjadi Perempuan Indonesia Creative. Transformasi tersebut menjadi langkah untuk memperluas jangkauan pemberdayaan agar dapat menjangkau perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.
Gelar Perempuan Indonesia Creative Award 2026
Memasuki tahun kedua perjalanan organisasi, Perempuan Indonesia Creative menghadirkan Perempuan Indonesia Creative Award (PICA) 2026. Mengusung tema Women Who Inspire, malam penghargaan berlangsung di Atria Hotel Magelang, Jawa Tengah, pada 1 November 2026.
Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi perempuan Indonesia yang memiliki prestasi, kreativitas, dedikasi, dan kontribusi di berbagai bidang tentunya bagian dari visi misi Dista : Kesehatan mental perempuan
PICA 2026 diikuti 538 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia yang berkompetisi dalam 12 kategori. Sebanyak 61 perempuan terpilih sebagai penerima penghargaan.
Kategori yang dihadirkan antara lain Perempuan Mandiri dan Berdaya, Perempuan Peduli Sesama dan Lingkungan, Perempuan Muda Inspiratif, Perempuan Tangguh dan Bertumbuh, serta Perempuan Perintis.
Selain memberikan penghargaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi antarsesama perempuan.
Mendorong Perempuan Berani Berkarya
Bagi Dista, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh penghasilan. Lebih dari itu, perempuan perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang, membangun kepercayaan diri, dan memperoleh pengakuan atas kontribusinya.

Melalui Perempuan Indonesia Creative,yang saat ini sudah di ikuti lebih dari 1000 anggota berharap semakin banyak perempuan berani memanfaatkan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta mengambil peran dalam lingkungan sosial maupun ekonomi yang sangat berpengaruh dalam kesehatan mental perempuan
“Jangan biarkan rasa insecure menguasai hidupmu. Mulailah dengan mencari hobi, sibukkan diri dengan hal-hal positif, dan jangan takut untuk berbicara. Speak up dan berkaryalah, karena setiap perempuan berharga,” pesannya.
Perjalanan Dista Ayu Marsega menunjukkan bahwa bangkit dari masa sulit bukan sekadar tentang memperbaiki kehidupan pribadi. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi kekuatan untuk membuka kesempatan bagi orang lain. Dari Magelang, ia membawa semangat agar perempuan Indonesia terus bertumbuh, berkarya, dan saling menginspirasi hingga skala Nasional
