Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Dapur Majikan ke Panggung Kompetisi, Maria Buktikan TKW Bisa Berkarya
    Entertaiment

    Dari Dapur Majikan ke Panggung Kompetisi, Maria Buktikan TKW Bisa Berkarya

    AdminBy AdminApril 8, 2025Updated:April 8, 20251 Comment3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Hong Kong, TeropongJakarta.com – Di balik deru kota internasional yang sibuk, ada suara-suara harapan dari para Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia. Salah satunya datang dari Maria Ulfa Agustin, perempuan asal Jember, Jawa Timur, yang kini bekerja sebagai pekerja migran di Hong Kong demi menyambung hidup, menyekolahkan anak-anaknya, dan membahagiakan orang tua yang telah menua.

    Maria adalah seorang ibu tunggal dengan dua anak. Keputusan meninggalkan tanah air bukan perkara mudah, namun keadaan ekonomi memaksanya untuk kuat dan bertahan. “Saya single mom. Anak dua. Keputusan kerja ke sini karena kondisi ekonomi. Saya harus bantu orang tua juga, karena mereka sudah tidak bekerja,” kata Maria.

    Ia bekerja enam hari dalam sepekan, dari Senin hingga Sabtu. Hari Minggu menjadi satu-satunya waktu untuk beristirahat, tapi justru hari itu yang menjadi ruang kebebasan sekaligus tempat ia menghidupkan kembali semangat diri. Maria mengisi Minggunya bukan hanya untuk bersantai, melainkan juga untuk menyalurkan hobi: bernyanyi.

    Berawal dari minatnya pada dunia musik, Maria mulai mengikuti berbagai kompetisi tarik suara antar BMI (Buruh Migran Indonesia) di Hong Kong. “Saya senang menyanyi sejak dulu. Dan di sini, ternyata banyak juga teman-teman yang berbakat. Saya ikut lomba-lomba, pernah juara satu, dua, tiga, bahkan harapan,” ujarnya.

    Pengalaman mengikuti lomba itu membawanya bertemu dengan komunitas yang kini sangat berarti dalam hidupnya: Sang Juara Project (SJP). Komunitas ini didirikan oleh seorang sesama TKW yang melihat banyaknya talenta tersembunyi di kalangan pekerja migran.

    Komunitas SJP dibentuk sebagai wadah bagi para TKW di Hong Kong yang memiliki bakat di bidang seni, terutama bernyanyi. Tujuannya sederhana: memberi ruang dan dukungan bagi para BMI yang kerap tidak mendapat panggung untuk bersuara.

    “Siapa saja yang menang kompetisi, biasanya langsung diajak masuk grup. Kita saling berbagi, saling dukung, dan ikut berbagai kegiatan komunitas. Ini bukan sekadar hobi, ini juga bentuk kekuatan,” kata Maria.

    Di dalam komunitas itu, para perempuan yang sehari-hari sibuk mengurus rumah tangga majikan, berubah menjadi penyanyi-penyanyi panggung yang penuh percaya diri. Dari garasi rumah hingga aula kecil komunitas Indonesia, suara-suara mereka menggema, menyuarakan harapan dan kekuatan.

    Maria percaya, bahwa dengan bernyanyi, ia bisa melampaui batas-batas dirinya. Tidak hanya bekerja untuk uang, tapi juga membangun rasa percaya diri dan solidaritas. “Kita ini perempuan tangguh. Kita bisa bekerja, bisa berkarya. Kita juga layak didengar,” ucapnya.

    Motivasi utama Maria tetap satu: anak-anaknya. Ia ingin kedua buah hatinya tumbuh sukses dan berpendidikan, tidak harus mengalami kerasnya kehidupan seperti yang ia jalani. “Saya ingin anak-anak saya sukses, lebih dari saya. Dan saya ingin suatu hari bisa mengumrohkan orang tua saya,” tutur Maria, suaranya parau.

    Baginya, setiap tetes keringat di negeri orang adalah investasi masa depan. Ia tak ingin anak-anaknya merasa kekurangan, apalagi mewarisi beban yang sama. “Kalau saya bisa kuat sekarang, itu karena saya ingin mereka punya hidup yang lebih baik.”

    Komunitas SJP sendiri kini terus berkembang. Anggotanya bertambah, kegiatan mereka makin aktif, bahkan mulai dikenal oleh berbagai komunitas Indonesia di luar negeri. Maria berharap komunitas ini bisa menjadi rumah kedua bagi para BMI yang ingin berkembang.

    “Saya bangga jadi bagian dari komunitas ini. Semoga semakin banyak talent baru, semakin luas jangkauannyffda. Ini bukan hanya tentang nyanyi, tapi juga tentang persaudaraan dan harapan,” katanya.

    Di tengah hiruk-pikuk Hflrong Kong, Maria dan kawan-kawan terus bersuara. Dengan mikrofon sederhana, mereka br harapan, perjuangan, dan cinta bukan toko untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga di tanah air yang selalu menunggu mereka pulang.

    Entertainment Hongkong Maria Ulfa Agustin PMI TeropongJakarta.com TKW
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleJoget Asik Berhadiah di Momentum Lebaran: Velocity Challenge ala Diana Dewi
    Next Article Perjuangan Komala: Dari Keterbatasan di Cirebon, Menembus Batas hingga Sukses di Negeri Beton
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    October 7, 2026
    View 1 Comment

    1 Comment

    1. Abbei Dahing on April 8, 2025 10:58 am

      Sang Juara Project / SJP

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.