Jakarta, TeropongJakarta.com – Malam puncak Puteri Kebaya DKI Jakarta 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 28 Maret 2026 tak hanya menjadi panggung bagi para finalis, tetapi juga menandai peran baru Anindya Mutiara Cinta sebagai dewan juri. Sosok yang dikenal sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2025 itu menilai, ajang ini bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan ruang artikulasi nilai budaya.
Anindya mengatakan, penilaian terhadap peserta tidak berhenti pada estetika kebaya yang dikenakan. Ia menekankan pentingnya kedalaman pemahaman peserta terhadap makna kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.
“Bagi saya, yang paling utama bukan hanya bagaimana mereka tampil anggun, tetapi bagaimana mereka memahami kebaya sebagai representasi budaya. Dari cara berbicara, sikap, hingga cara mereka menyampaikan gagasan, itu semua menjadi indikator,” kata Anindya

Menurut dia, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga relevansi kebaya di tengah arus modernisasi. Karena itu, figur Puteri Kebaya diharapkan tidak hanya tampil sebagai simbol, tetapi juga sebagai komunikator budaya.
“Kebaya itu tidak boleh berhenti sebagai busana seremoni. Ia harus hidup, dipakai, dan dimaknai oleh generasi sekarang. Di situlah peran para finalis menjadi penting,” ujarnya.
Kehadiran Anindya dalam jajaran dewan juri disebut panitia sebagai bagian dari upaya menghadirkan perspektif segar dari generasi muda yang telah memiliki rekam jejak di bidang kebudayaan. Selain Anin, sejumlah nama dari kalangan desainer dan praktisi budaya turut dilibatkan untuk memastikan proses penilaian berjalan komprehensif.
Ajang Puteri Kebaya DKI Jakarta tahun ini diikuti oleh finalis dari berbagai wilayah di ibu kota yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi berlapis. Mereka diuji tidak hanya dari segi penampilan, tetapi juga wawasan, kemampuan komunikasi, serta komitmen terhadap pelestarian budaya.
Anindya berharap, para pemenang nantinya mampu menjalankan peran lebih luas di masyarakat. “Saya berharap mereka tidak berhenti setelah malam final. Justru setelah ini, tanggung jawabnya lebih besar untuk membawa kebaya ke ruang-ruang publik,” tuturnya.
