Jakarta, TeropongJakarta.com – Tidak semua orang berani menunjukkan potensi dirinya sejak awal. Ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melawan rasa minder, menghadapi penilaian orang lain, hingga akhirnya berani mengambil kesempatan. Perjalanan itulah yang dialami Ellen Felecia, perempuan asal Jakarta yang kini aktif sebagai penulis, konsultan pajak, dan kreator edukasi di tingkat ASEAN.
Sebelum mencapai berbagai pencapaian tersebut, Ellen mengaku pernah menjadi pribadi yang sangat pemalu dan tidak percaya diri. Ia kerap merasa kemampuannya tidak cukup baik, bahkan sering dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan lebih unggul darinya.
Pengalaman tersebut sempat membuatnya merasa tidak memiliki keunggulan. Namun, perlahan Ellen mulai menyadari bahwa setiap orang mempunyai potensi dan perjalanan masing-masing yang tidak harus dibandingkan.

“Saya dulu sering merasa tidak mampu dan takut terhadap penilaian orang lain. Bahkan, setiap ingin mencoba sesuatu yang baru, saya sering mundur karena takut diremehkan. Namun, saya akhirnya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa berkembang,” ungkap Ellen.
Dari 16 Novel hingga Bestseller
Pandemi COVID-19 menjadi titik awal perubahan dalam hidup Ellen. Pada 2020, ia mulai mencoba menulis novel sebagai aktivitas baru. Keputusan tersebut ternyata membuka jalan bagi perjalanan kreatif yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.
Namun, menjadi penulis bukan perjalanan mudah. Ellen sempat kesulitan mendapatkan pembaca dan menerima berbagai kritik terhadap alur cerita yang dibuatnya. Bahkan, ia pernah mendapat hujatan hingga disebut sebagai penulis bodoh.
“Saya pernah menangis dan ingin berhenti menulis karena mendapatkan banyak kritik. Namun, teman-teman sesama penulis terus memberikan dukungan. Bahkan, mereka membantu memperkenalkan karakter novel saya melalui cerita mereka sehingga perlahan pembaca mulai berdatangan,” tuturnya.
Dukungan tersebut membuat Ellen kembali bersemangat. Hingga kini, ia telah menghasilkan 16 novel, beberapa di antaranya diterbitkan menjadi buku dan meraih predikat bestseller di platform novel internasional. Pada 2026, ia juga meraih juara kedua lomba menulis buku yang diselenggarakan Penerbit Erlangga.
Perluas Kontribusi melalui ASEAN Foundation
Di luar kepenulisan, Ellen membangun karier profesional sebagai konsultan pajak setelah menyelesaikan kuliah. Meski sempat gagal dalam ujian sertifikasi, ia tidak menyerah hingga akhirnya memperoleh izin konsultan pajak tingkat A.

Pada 2026, Ellen juga mulai aktif mengembangkan konten edukasi. Ia terpilih sebagai finalis Duta Muda CBP Championship Rupiah DKI Jakarta 2026 sekaligus ASEAN Guardian Against Scam (ASEAN GAS) Creator dalam program ASEAN Foundation.
Melalui program tersebut, Ellen bertugas menyampaikan edukasi mengenai bahaya penipuan digital atau scam melalui Instagram, TikTok, dan YouTube Shorts. Ia bahkan mendapat kesempatan menjadi bintang tamu Instagram Live ASEAN Foundation dalam pembahasan Be Scam Ready.
Pengalamannya semakin luas setelah mengikuti Women Leadership Forum yang diselenggarakan United Nations Indonesia pada Juli 2026. Di sana, ia mempelajari kepemimpinan perempuan dan bertukar wawasan dengan para pemimpin perusahaan serta organisasi nonpemerintah. Ellen juga berhasil meraih posisi Top 3 dalam ajang Perempuan Indonesia Creative.
“Awalnya saya hanya mencoba membuat konten karena ingin keluar dari zona nyaman. Saya tidak pernah menyangka kesempatan itu membawa saya menjadi salah satu perwakilan Indonesia sebagai ASEAN GAS Creator,” katanya.
Introvert Bukan Berarti Harus Terus Diam

Berbagai pengalaman tersebut mengubah cara Ellen memandang dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa keberanian tidak selalu berarti menghilangkan rasa takut, melainkan tetap melangkah meskipun rasa takut masih ada.
Ellen pun berpesan kepada perempuan yang masih minder agar tidak membatasi diri hanya karena merasa kurang percaya diri.
“Walaupun kita introvert, bukan berarti kita harus terus diam. Terkadang dunia membutuhkan suara kita. Siapa tahu suatu hari nanti, suara tersebut justru memberikan dampak positif yang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik,” tutupnya.
