Jakarta, TeropongJakarta.com – Karier Susi Sulistiani tidak dibangun dalam satu lompatan. Ia memulainya dari posisi Customer Support, bertahan belasan tahun di perusahaan shipping line, lalu berani berpindah ke dunia sales hingga dipercaya memimpin pengembangan bisnis di industri logistik.
Di balik perjalanan tersebut, ada satu prinsip yang terus ia pegang: menetapkan target dan memiliki tekad kuat untuk mencapainya.
Susi Sulistiani, SE., M.M., merupakan profesional di bidang sales dan business development yang memiliki pengalaman panjang di industri logistik. Setelah bertahun-tahun bekerja di sektor shipping dan forwarding, perjalanan kariernya kini berlanjut sebagai National Head of Sales and Business Development PT THI Logistics Indonesia.
Perjalanan Susi bermula setelah menyelesaikan pendidikan S1. Ia bergabung dengan PT APL (American President Lines) Indonesia cabang Bandung sebagai Customer Support. Selama kurang lebih 15 tahun, ia membangun pengalaman dari sisi pelayanan dan hubungan dengan customer.
Namun, perjalanan profesional tersebut tidak membuat Susi berhenti mengembangkan diri.
Bagi Susi, target bukan sekadar angka yang ditulis di atas kertas. Target harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dan dikerjakan secara konsisten.
Keinginannya membangun masa depan yang lebih baik bersama anak menjadi salah satu pemicu untuk terus berkembang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Magister Management Business/Managerial Economics di Universitas Padjadjaran Bandung.
Keputusan melanjutkan pendidikan tersebut juga menjadi bagian dari persiapannya ketika mengubah arah karier.

Susi yang sebelumnya bekerja sebagai Customer Support kemudian masuk ke dunia sales. Ia bergabung dengan PT Has Logistics Bandung sebagai Sales Executive, sebelum melanjutkan karier ke Jakarta dan bekerja di JCL Logistics sebagai Field Sales Executive.
Tidak lama kemudian, ia mendapat tawaran bergabung dengan YES Logistics Indonesia dan dipercaya sebagai Sales Manager.
Perjalanan itu menunjukkan bahwa perpindahan karier tidak selalu harus dimulai dengan pengalaman yang sempurna. Susi justru membekali dirinya dengan pengetahuan sebelum mengambil peran baru.
“Saya awalnya bukan orang sales, saya customer support,” ujar Susi.
Menurutnya, seseorang perlu memiliki ilmu sebelum menerima tantangan baru. Karena itu, pendidikan di bidang manajemen dan pemasaran menjadi bagian dari upayanya mempersiapkan diri menghadapi dunia sales.
Bagi Susi, bekerja di industri logistik memiliki tantangan tersendiri. Persaingan tidak hanya terjadi dari sisi harga, tetapi juga kualitas layanan dan kemampuan mempertahankan customer.
Karena itu, ia menempatkan hubungan personal sebagai bagian penting dari strategi penjualan.
Susi mendorong timnya untuk aktif melakukan kunjungan kepada customer. Menurutnya, komunikasi secara langsung dapat membantu sales memahami karakter seseorang sekaligus membangun kepercayaan.
Ia juga membiasakan tim membawa kartu nama karena calon customer bisa ditemui di berbagai tempat, termasuk bandara, rumah sakit, maupun pusat perbelanjaan.
Baginya, sales tidak cukup hanya menawarkan produk atau jasa. Seorang sales harus memiliki knowledge dan mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan customer.
“Service harus give the best,” menjadi salah satu prinsip yang ia tekankan dalam membangun hubungan bisnis. Ketika kebutuhan customer berada di luar kemampuan perusahaan, komunikasi dan edukasi tetap menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan.
Susi juga memperkuat kompetensinya melalui sertifikasi di bidang perdagangan. Pengembangan kemampuan tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi kebutuhan profesional yang terus berubah.
Di luar pekerjaan, ia berusaha menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan personal. Susi menyempatkan waktu untuk berolahraga, termasuk mengikuti aktivitas yoga dan pilates.
Akhir pekan juga dimanfaatkan untuk me time dan bersosialisasi bersama teman-temannya.
Dari Customer Support hingga memimpin fungsi sales dan business development, perjalanan Susi memperlihatkan bahwa perkembangan karier membutuhkan proses panjang.
Pengalaman, pendidikan, kemampuan membangun relasi, serta keberanian mengambil peluang menjadi bagian yang saling melengkapi.
Bagi Susi, mindset bukan sekadar cara berpikir. Mindset menjadi pemantik untuk menentukan tujuan, mempersiapkan diri, terus belajar, dan berani mengambil langkah ketika kesempatan datang.
