Sidoarjo, TeropongJakarta.com – Mimpi besar bisa lahir dari mana saja, bahkan dari seorang anak guru yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Kisah itu tergambar dalam perjalanan hidup Sertu (W) Agata Fairuz Firdaus, prajurit Wanita Angkatan Udara (WARA) yang kini bertugas di Lanud Sutan Sjahrir dan berhasil mewujudkan impiannya menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia di Lebanon.
Agata lahir dan besar di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia merupakan putri dari seorang guru STM dan ibu rumah tangga. Sejak kecil, kedua orang tuanya menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, kesabaran, serta pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan.
“Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Orang tua mengajarkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, tetapi oleh kerja keras, doa, dan pantang menyerah,” ujar Agata.

Keinginan menjadi anggota TNI Angkatan Udara muncul saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Ketika mengikuti karnaval Hari Pahlawan, ia terinspirasi oleh sosok pramugari TNI AU yang dilihatnya. Sejak saat itu, mimpi tersebut terus ia simpan dan perjuangkan.
Meski sempat bercita-cita menjadi dokter, Agata memilih melanjutkan pendidikan ke SMK karena ingin menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga. Namun, perjalanan hidupnya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Saat masih duduk di bangku SMK, seorang teman mengajaknya mengikuti ajang Miss Hijab di salah satu agency. Tak disangka, Agata berhasil meraih posisi Runner Up dan bahkan mendapat kesempatan berkarier sebagai model. Meski demikian, dunia modeling tidak membuatnya melupakan cita-cita utamanya.

Ia terus mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi TNI AU. Berbagai kemampuan dan prestasi yang dimiliki, mulai dari karate hingga pengalaman modeling, menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas dirinya.
Perjalanan menuju TNI AU tidak selalu mudah. Agata mengaku sempat menghadapi kegagalan bahkan keraguan dari lingkungan sekitar. Namun, ia memilih menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan kemampuannya.
“Saya memilih membuktikan kemampuan melalui tindakan. Keraguan orang lain justru membuat saya semakin giat mempersiapkan diri,” katanya.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Agata berhasil lolos sebagai WARA dan resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Udara. Tidak berhenti di sana, ia kembali mendapatkan kepercayaan mengikuti seleksi pramugari kepresidenan TNI AU dan berhasil lolos.
Pengalaman menjadi pramugari RI 1 serta pernah mengemban tugas sebagai sekretaris pribadi memberinya banyak pelajaran berharga tentang disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Menurut Agata, bekerja dalam lingkungan yang menuntut standar tinggi mengajarkannya bahwa kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Kini, satu lagi mimpi besarnya berhasil terwujud. Agata dipercaya menjadi bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon. Baginya, pencapaian tersebut bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga kesempatan membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional.
“Hari ini saya berdiri di atas doa ayah dan ibu serta semua proses yang telah saya lalui. Saya akan terus tumbuh, berjanji tetap bertumbuh meskipun banyak rintangan. Saya percaya setiap mimpi dapat dicapai selama kita mau berusaha, terus belajar, dan berdoa,” tutup Agata.
