Madinah, TeropongJakarta.com – Jalan hidup Andi Sukma dimulai dari sebuah kampung kecil di Masamba, Sulawesi Selatan. Dari lingkungan sederhana, ia menapaki perjalanan panjang hingga akhirnya bekerja sebagai perawat di sebuah klinik kecantikan di Madinah, Arab Saudi, selama tiga tahun terakhir.
Andi menghabiskan masa sekolah dasar hingga SMP di kampung halamannya. Keinginan untuk maju mendorongnya pindah ke Makassar saat SMA. Setelah lulus, ia kembali merantau ke Jakarta selama setahun untuk memperdalam pendidikan Al-Qur’an sebelum melanjutkan kuliah keperawatan di Yogyakarta hingga meraih gelar profesi ners.
Setelah sempat bekerja di Indonesia, ia mencoba peluang bekerja di Arab Saudi. Keputusan itu tidak mudah karena harus menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari biaya hingga kemampuan bahasa asing.

“Tantangan terbesar saya adalah keterbatasan dan keraguan. Persoalan biaya, jauh dari keluarga, bahasa, serta omongan orang yang bilang sulit dan tidak mungkin itu benar-benar saya rasakan,” kata Sukma kepada TeropongJakarta.com
Namun, justru dari kondisi tersebut ia belajar untuk tidak mudah menyerah. Ia percaya bahwa setiap mimpi memiliki jalannya sendiri selama disertai keyakinan dan usaha.
“Saya pegang satu prinsip, mungkin jalannya sulit, tapi selama ada Allah di hati kita insya Allah semuanya bisa terlewati. Kalau Allah yang menanamkan mimpi di hati, Allah juga yang akan mewujudkannya dengan cara yang tidak kita sangka,” ujarnya.

Pengalaman bekerja di Madinah memberi makna baru bagi Andi tentang arti perjuangan. Ia melihat pekerjaan bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.
“Bekerja di Madinah membuka pandangan saya bahwa perjuangan selalu punya hasil, meski tidak terlihat langsung. Saya sadar kerja bukan hanya soal karier, tapi juga ibadah,” katanya.
Sukma berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak daerah yang merasa memiliki keterbatasan. Menurutnya, latar belakang sederhana bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

“Jangan takut bermimpi hanya karena kita dari kampung atau keluarga biasa. Mulai saja dulu, maksimalkan usaha, perbanyak doa, dan jangan pernah menyerah,” tuturnya.
Ia meyakini bahwa kerja keras dan keyakinan dapat membawa seseorang mencapai tempat yang sebelumnya hanya ada dalam doa.
“Anak kampung yang gigih dan percaya kepada Allah juga bisa sampai ke tempat yang dulu hanya ada dalam doa,” kata Sukma.
