Sungai Penuh, TeropongJakarta.com – Keraguan sempat menghampiri Niken Ayu Putri Erika ketika mengikuti Olimpiade Sains semasa SMA. Ia tumbuh dengan anggapan bahwa anak-anak daerah sulit bersaing dengan mereka yang berasal dari kota besar. Namun pengalaman itu justru menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan.
Keraguan tersebut terpatahkan ketika Niken berhasil meraih prestasi berjenjang, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ia tercatat sebagai siswa pertama dari salah satu SMA favorit di Sungai Penuh Kerinci yang mewakili Provinsi Jambi ke ajang Olimpiade Sains Nasional. “Sejak saat itu saya kembali percaya diri bahwa anak daerah mampu bersaing,” ujar Niken kepada Teropong Jakarta.
Pengalaman personal itu membuat Niken semakin peka terhadap kondisi pendidikan di sekitarnya. Ia menyaksikan masih kuatnya pandangan bahwa pendidikan tinggi bukan prioritas. Sejumlah anak perempuan dinikahkan di usia belasan tahun, sementara anak laki-laki diminta bekerja meski memiliki keinginan melanjutkan sekolah.
katanya.

Kesadaran tersebut mendorong Niken untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial pendidikan sejak masa kuliah. Ia terlibat dalam organisasi yang bergerak di bidang pendampingan pendidikan dan turut mendirikan Sungai Inspirasi, sebuah organisasi sosial yang menyediakan bimbingan Olimpiade Sains gratis bagi siswa SMA. Organisasi ini juga memberikan edukasi dan arahan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain itu, Niken aktif di Ikatan Mahasiswa Kerinci Universitas Andalas (IMK UNAND), organisasi kedaerahan yang menjalankan program sosial dan pendidikan. Hingga kini, ia kerap diundang sebagai narasumber dalam kegiatan edukasi bagi siswa SMA, terutama terkait peluang pendidikan tinggi, rekomendasi jurusan, dan strategi melanjutkan studi ke luar daerah.
Berbeda dengan banyak lulusan perguruan tinggi yang memilih fokus pada karier profesional, Niken justru memandang kerja sosial sebagai bagian penting dalam hidupnya. “Berbagi dan membantu mereka adalah healing dari kehidupan akademik dan profesional saya,” ujarnya. Ia mengaku energi dan semangat hidupnya justru bertambah ketika tetap terlibat dalam kegiatan pendidikan di daerah.

Kini, meski telah berprofesi sebagai dokter, Niken menegaskan komitmennya tidak berubah. “Karier di dunia kedokteran tidak membuat perjuangan saya di bidang pendidikan berhenti,” katanya. Ia bahkan berharap keterlibatannya di bidang kesehatan kelak dapat bersinggungan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Niken melihat perubahan perlahan mulai terasa di Sungai Penuh Kerinci. Semakin banyak anak yang percaya diri melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah dengan beragam pilihan jurusan. “Jangan merasa rendah diri. Kita mampu bersaing dan tidak kalah hebat dari anak-anak di kota,” ujarnya. Ia berharap suatu hari, anak-anak tersebut kembali ke kampung halaman dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
