Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Ishma Aulya Warliani Menjaga Ritme antara Rel Kereta, Kampus, dan Panggung Budaya
    News

    Ishma Aulya Warliani Menjaga Ritme antara Rel Kereta, Kampus, dan Panggung Budaya

    AdminBy AdminJanuary 7, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Yogyakarta, TeropongJakarta.com – Pukul dua dini hari, Ishma Aulya Warliani menuntaskan sif kerjanya sebagai pramugari kereta api. Beberapa jam kemudian, perempuan yang kini berdomisili di Yogyakarta itu kembali menjalani peran lain. Pukul enam pagi, ia sudah berada di tengah anak-anak sekolah dasar, mendampingi kegiatan pembelajaran budaya sebagai bagian dari agenda duta budaya.

    “Waktu itu aku baru turun kerja sekitar jam dua pagi. Tapi jam enam aku sudah harus mendampingi anak-anak,” kata Ishma saat diwawancarai. Ia menyebut ritme semacam itu sebagai bagian dari kesehariannya saat ini.

    Ishma berada di semester akhir perkuliahan. Beban akademik yang biasanya menuntut fokus penuh harus ia jalani bersamaan dengan pekerjaan yang jadwalnya tidak menentu. “Jadwal kerjaku kan nggak pasti, kadang pagi, kadang siang, kadang malam,” ujarnya. Untuk menjaga keberlanjutan studinya, ia mendapat izin menjalani bimbingan skripsi secara daring. Pertemuan langsung dengan dosen pembimbing dilakukan bila memang dibutuhkan.

    Menurut Ishma, setiap waktu senggang selalu ia manfaatkan untuk mengerjakan skripsi. “Kalau ada waktu kosong, pasti aku pakai buat ngerjain skripsi,” katanya. Saat libur kerja, ia juga masih terlibat dalam kegiatan pageant dan kebudayaan di Yogyakarta, meski harus menyesuaikan dengan kondisi fisik.

    Motivasi terbesarnya, kata Ishma, datang dari keluarga terutama sang ayah yang telah meninggal dunia. “Ayahku pengin anak-anaknya bisa sarjana semua,” ujarnya. Sejak awal kuliah, ia membiayai pendidikannya sendiri. “Dari awal aku kuliah memang pakai biaya sendiri. Jadi memang ada faktor kebutuhan juga,” kata dia.

    Namun bagi Ishma, pendidikan tidak semata soal gelar. Ia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang. “Aku percaya banget kalau ilmu dan proses akademik itu membentuk cara berpikir yang berbeda, lebih kritis,” ujarnya. Menyelesaikan pendidikan hingga tahap akhir ia anggap sebagai bentuk tanggung jawab personal. “Bukan cuma soal gelar, tapi soal komitmen ke diri sendiri dan masa depan.”

    Pengalaman di dunia modelling dan pageant turut membentuk karakter profesionalnya. Ishma mengaku sebelumnya kurang percaya diri. “Awalnya aku orang yang nggak terlalu pede,” katanya. Dari dunia tersebut, ia belajar membawa diri di depan publik, bekerja profesional, serta menghadapi kritik dengan lebih tenang.

    Ia menilai dunia modelling mengajarkannya kedisiplinan dan ketangguhan mental. “Sebagai muse atau model, kita nggak bisa seenaknya. Jadwal sudah dibuat, kita harus komit,” ujarnya. Kolaborasi dengan banyak orang, menurut dia, menjadi latihan penting dalam membangun etos kerja.

    Kini, Ishma tidak lagi terlalu aktif di dunia modelling. Faktor utama adalah waktu kerja yang semakin tidak fleksibel. “Sekarang fokus utamaku kerja dan nyelesain kuliah,” katanya.

    Melalui keterlibatannya di pageant, Ishma membawa pesan yang ingin ia suarakan. “Aku pengin nunjukin kalau perempuan itu bisa punya banyak peran sekaligus,” ujarnya. Menurut dia, pageant bukan sekadar soal penampilan. “Tapi juga soal suara, sikap, dan nilai yang dibawa.”

    Sebagai pekerja di sektor transportasi publik, Ishma ingin menunjukkan bahwa latar belakang apa pun tetap memiliki ruang untuk berkontribusi. “Kita tetap bisa menginspirasi dan menyuarakan hal-hal positif seperti kedisiplinan, pelayanan, dan semangat belajar,” katanya.

    Dari rel kereta hingga ruang kelas, dari kampus hingga panggung budaya, Ishma merawat keyakinan bahwa setiap proses seberat apa pun selalu menyimpan pelajaran yang membentuk ketahanan dan arah masa depan.

    Duta budaya Yogyakarta Ishma Aulya Warliani Kisah inspiratif pekerja perempuan Mahasiswi semester akhir Pageant dan pendidikan Perempuan inspiratif Indonesia Pramugari kereta api Yogyakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMenjauh dari Zona Nyaman, Sashi Putri Menemukan Ruang Tumbuh di Era Digital
    Next Article Amelya Husada: Menemukan Kreativitas dan Estetika dari Energi Tubuh
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    October 14, 2026

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.