Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Saskia Paramitha: Dari Rutinitas yang Membebani Hingga Harmoni Hidup di Alam dan Kasih Anak-Anak
    Education

    Saskia Paramitha: Dari Rutinitas yang Membebani Hingga Harmoni Hidup di Alam dan Kasih Anak-Anak

    AdminBy AdminDecember 12, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Tegal, TeropongJakarta.com – Pagi itu, matahari belum sepenuhnya menampakkan diri. Namun, di rumah mungilnya di Tegal, Saskia Paramitha sudah bangun. Ia menghirup udara segar, menenggak air putih dingin, dan merasakan denyut baru di tubuhnya bukan karena kafein atau energi semu, melainkan karena kesadaran yang telah tumbuh perlahan.

    Beberapa bulan lalu, hal seperti ini terasa mustahil. Rutinitasnya dulu penuh dengan kelelahan tanpa makna. Bangun, bekerja, pulang, tidur, lalu bangun lagi tanpa ada rasa menghargai tubuh yang menopang semuanya. “Aku lihat banyak orang, muda atau tua, bolak-balik rumah sakit karena mereka kurang peduli dengan kesehatan,” kenangnya. “Awalnya aku cuma capek sama hidupku sendiri.”

    Kelelahan tak lagi hanya soal fisik. Mood yang gampang turun, rasa tidak fokus, dan tubuh yang cepat menyerah membuatnya sadar bahwa sesuatu harus berubah. Tapi perubahan besar justru dimulai dari hal paling kecil hal yang sering kita anggap sepele.

    Bangun lebih awal. Minum lebih banyak air putih. Makan makanan yang memberi energi, bukan sekadar pengisi perut. Bergerak setiap hari, meski hanya berjalan santai di taman dekat rumah. Itu dulu yang ia lakukan. Tanpa target besar, tanpa tekanan.

    “Mulanya terasa aneh. Tapi perubahan kecil itu ternyata bikin hari-hariku jauh lebih ringan,” ujar Saskia sambil tersenyum.

    Perubahan rutinitas itu membawa Saskia ke kenalan baru yang tak terduga: alam. Ketika ia memutuskan ikut pendakian gunung bersama teman-temannya, ia tidak tahu bahwa perjalanan itu bukan sekadar soal capaian ketinggian. Lebih dari itu, ia menemukan ruang sunyi untuk benar-benar berbicara dengan dirinya sendiri.

    “Bukan medannya yang berat,” katanya. “Tapi setiap langkah membuat aku belajar sabar, belajar bahwa aku nggak harus buru-buru. Aku belajar percaya kalau aku bisa sampai puncak asalkan terus maju, sedikit demi sedikit.”

    Di puncak itu, ia menyadari sesuatu yang lebih luas dari sekadar panorama indah: dunia ini terlalu besar untuk dikelilingi oleh rasa takut. Ia pulang dengan rasa syukur yang tak hanya mengisi dada, tapi juga mengubah cara pandangnya tentang kegigihan dan keberanian.

    Namun, kekuatan Saskia tak hanya tumbuh di lereng-lereng gunung. Ia menemukan sisi lain dari hidup saat menghabiskan waktu bersama anak-anak di sebuah yayasan di Tegal. Di sana, keberanian itu berubah menjadi kelembutan.

    “Alam mengajarkanku bertahan,” ia tersenyum, “tapi anak-anak mengajarkanku cara hadir sepenuhnya, cara mendengarkan tanpa menghakimi.”

    Di tengah tawa anak-anak kecil itu, Saskia menemukan keseimbangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kekuatan dan kelembutan bukan lagi dua kutub yang berseberangan, melainkan dua sisi dari satu koin yang sama versi dirinya yang paling utuh.

    Sebelum perbincangan berakhir, Saskia menatap jauh dan berkata, “Jangan tunggu semuanya sempurna baru mulai. Hidup sehat bisa dimulai dari langkah kecil. Cinta alam bisa dimulai dari menjaga kebersihan tempat yang kamu datangi. Dan membantu sesama bisa dimulai dari hal simpel seperti hadir dan mendengarkan.”

    Kemudian ia menambahkan, “Kalau kamu rawat tubuhmu, hormati alam, dan jaga hati tetap peka, kamu bakal menemukan versi diri yang lebih kuat tapi tetap penuh kasih. Dan itu, menurutku, cara hidup yang paling membahagiakan.”

    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleJane Aprilyani: Melintasi Sunyi, Menjaga Jernihnya Berita Ekonomi di Tengah Riuh Redaksi
    Next Article Muhammad Rullyandi Bantah MKMK: Pengangkatan Suhartoyo Dinilai Melanggar Putusan Inkracht PTUN
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Pernah Jadi Penerima Beasiswa Penuh KL-YES, Ni Luh Putu Elsy Jadi Exchange Student ke Amerika Serikat

    September 7, 2026

    Dari Perpustakaan Sekolah, Sofia Qolbu Ghena Dorong Siswa Berani Menulis dan Berkarya

    September 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.