Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Membaca Ulang Karakter Pemuda Jogja: HMI Sri Sultan HB IX Jadikan Pelantikan sebagai Panggung Evaluasi Kebangsaan
    News

    Membaca Ulang Karakter Pemuda Jogja: HMI Sri Sultan HB IX Jadikan Pelantikan sebagai Panggung Evaluasi Kebangsaan

    AdminBy AdminDecember 1, 2025Updated:December 1, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Yogyakarta, TeropongJakarta.com – Gedung DPRD Kota Yogyakarta pada 30 November 2025 itu tak seperti biasanya. Ruang sidang yang kerap menjadi arena adu argumen antar fraksi berubah menjadi ruang kontemplasi kolektif. Di sanalah HMI Komisariat Sri Sultan Hamengku Buwono IX menggelar Pelantikan dan Diskusi Publik bertema “Menguatkan Karakter Kebangsaan Bagi Pemuda Berbasis Nilai Adiluhung Ngayogyakarta Hadiningrat.”

    Acara yang biasanya berlangsung khidmat itu mendadak menjelma forum kritik membentangkan kegelisahan, harapan, dan evaluasi tajam atas arah pemuda Jogja di tengah era yang makin riuh.

    Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro, S.H., M.H., membuka diskusi dengan pernyataan yang memantik perhatian. Ia menyebut nilai Hamemayu Hayuning Bawana telah kehilangan daya gigitnya karena terlalu sering menjadi slogan budaya tanpa implementasi.

    “Jogja ini kaya nilai, tapi miskin keteladanan jika filosofi hanya berhenti sebagai hiasan,” ujarnya. Kalimat itu terdengar seperti kritik yang diarahkan kepada institusi pemerintah sendiri bahwa kebijakan publik tak selalu selaras dengan identitas budaya yang diagungkan.

    Wisnu mengingatkan bahwa Yogyakarta tidak boleh hanya menjadi brand wisata. “Jogja mesti kembali ke akar: kota budaya, kota pendidikan, kota harmoni.”

    Pembicara kedua, R.Ry Drs. Heru Wahyu Kismoyo, M.Si., memetakan persoalan yang lebih mendasar: hilangnya orientasi identitas pemuda. Menurutnya, teknologi yang melaju terlalu cepat membuat generasi muda terputus dari narasi besar budaya mereka sendiri.

    “Pemuda tanpa akar budaya adalah daun yang diterbangkan angin digital,” katanya tajam. Ia menilai banyak mahasiswa kini lebih akrab dengan tren sesaat ketimbang nilai adiluhung yang diwariskan Ngayogyakarta Hadiningrat.

    Sorotan lebih keras datang dari Syafiqurrohman, Sekjen KNPI DKI Jakarta, yang menjadi salah satu pembicara. Ia menyebut banyak organisasi pemuda kini kehilangan jati diri, terjebak dalam aktivitas seremonial tanpa gagasan besar.

    “Organisasi tanpa marwah akan rapuh. Pemuda harus kembali menjadi penggerak moral, bukan sekadar pengumpul sertifikat,” katanya. Ia menekankan bahwa regenerasi karakter tidak bisa dibangun di ruang hampa harus ada teladan, disiplin, dan keberanian mengambil sikap.

    Syafiqurrohman juga menegaskan bahwa pemuda Jogja punya tanggung jawab moral lebih besar karena tumbuh di tanah yang sarat nilai adiluhung. “Kalau bukan pemuda Jogja yang menjaga adab publik, siapa lagi?”

    Komisioner KPID DIY, Fuad, mengambil sudut pandang berbeda: media. Menurutnya, derasnya arus konten digital perlahan mengikis ruang pendidikan karakter. “Kita sedang kalah oleh algoritma,” katanya.

    Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menambahkan bahwa etika politik khas Jogja perlahan terkikis oleh pragmatisme. Ia mengingatkan bahwa pemilu damai bukan warisan otomatis, tetapi sesuatu yang harus dijaga.

    Puncak acara terjadi saat M. Haikal Al-Mugarip resmi dilantik sebagai Ketua Komisariat yang baru. Dengan nada pelan namun tegas, Haikal menyatakan amanah ini bukan sekadar jabatan organisatoris.

    “Amanah ini akan dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada manusia, tetapi kepada Allah,” ujarnya. Ia berjanji HMI akan tetap menjadi ladang pembentukan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam.

    Ruang sidang dipenuhi ratusan peserta kader HMI, mahasiswa, hingga aktivis muda. Diskusi yang menggigit itu meninggalkan satu pesan: nilai adiluhung Ngayogyakarta tidak boleh menjadi retorika pasif. Ia harus menjadi kompas moral yang hidup.

    Melalui forum ini, HMI Sri Sultan HB IX mengingatkan bahwa pemuda Jogja tidak boleh hanya mengikuti arus zaman. Mereka harus menjadi penentu arah. Dan perjuangan itu, seperti dikatakan para pembicara, dimulai dari keberanian membenahi karakter diri.

    Berita Budaya Yogyakarta dan Pemuda Diskusi Publik HMI 2025 HMI HMI Sri Sultan HB IX Jogja Karakter Kebangsaan Pemuda KNPI DKI Jakarta Syafiqurrohman news Nilai Adiluhung Ngayogyakarta Hadiningrat Pelantikan HMI Yogyakarta Pemuda Jogja 2025 Syafiqurrohman KNPI DKI Jakarta TeropongJakarta Wisnu Sabdono Putro DPRD Yogyakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari WO ke Widya Aesthetic Clinic: Kisah Profesionalisme Dyah Ayu Lestari
    Next Article Perjalanan Kreator Muda Ica: Dari Konten Iseng hingga Viral di Instagram
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.