Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Ini Alasan Idha Anhieng Rela Bangun Pagi Demi Lari Puluhan Kilometer
    Lifestyle

    Ini Alasan Idha Anhieng Rela Bangun Pagi Demi Lari Puluhan Kilometer

    AdminBy AdminJuly 6, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Makassar, TeropongJakarta.com – Langkah kaki Idha Anhieng kini mantap menjejak lintasan lari, jauh berbeda dari beberapa tahun silam ketika ia pertama kali mencoba olahraga itu. Perempuan asal Makassar ini tak sungkan mengakui, motivasi awalnya hanyalah rasa takut ketinggalan tren.

    “Awalnya ikut-ikutan saja. Banyak teman upload foto race, pamer medal, turun berat badan. Saya jadi kepikiran, masa saya sendiri yang tidak berubah,” kenang Idha dengan nada geli. Kala itu, berat badannya memang lebih tinggi dari rata-rata, membuatnya sering merasa minder.

    Namun keputusan sederhana untuk “mencoba lari” perlahan membuka pintu baru. Idha mulai rutin jogging di sekitar kawasan Pantai Losari. Satu kilometer menjadi dua, dua menjadi lima. Rasa canggung berganti percaya diri. “Sekarang kalau sehari tidak lari, rasanya ada yang hilang,” ujarnya.

    Tak hanya fisik yang berubah. Dari yang semula mudah lelah, Idha kini merasakan stamina meningkat. Ia juga mengaku kualitas tidurnya lebih baik. “Saya jadi lebih tenang. Banyak pikiran pun bisa diurai lewat lari,” katanya pelan.

    Media sosial, kata Idha, memainkan peran besar dalam perjalanannya. Foto-foto race, angka jarak tempuh, dan video motivasi berseliweran di linimasa Instagram. Lama-lama, ia pun terpacu untuk berbagi kisah larinya sendiri. “Awalnya cuma dokumentasi. Lama-lama ada yang DM bilang jadi termotivasi,” ujarnya.

    Fenomena FOMO lari memang sedang menjamur. Menurutnya, banyak orang mulai berolahraga hanya karena ingin mengikuti tren atau tampil di media sosial. “Itu tidak masalah, asal pelan-pelan disadari bahwa lari bukan hanya buat pamer. Manfaat kesehatannya nyata,” kata Idha, suaranya mantap.

    Dalam perjalanannya, ia melihat komunitas menjadi pondasi penting. Ia sempat bergabung dengan komunitas lari lokal di Makassar. Berlatih bersama membuat motivasi lebih mudah terjaga. “Rasanya beda lari bareng teman. Ada semangat kebersamaan yang bikin konsisten,” katanya.

    Tren ini juga berdampak pada ekonomi kecil. Penjualan sepatu lari, jersey, dan jam pintar melonjak. “Kalau baru mulai, bawaannya pengen beli semuanya. Outfit baru, sepatu baru. Memang euforianya tinggi,” ungkap Idha sambil tertawa kecil.

    Namun di balik keseruan itu, Idha menyimpan kekhawatiran. Banyak pelari pemula tergesa-gesa mendaftar race jarak jauh tanpa persiapan matang. “Saya sering lihat orang baru latihan dua bulan, langsung ikut half marathon. Itu sebenarnya riskan,” katanya serius.

    Ia selalu mengingatkan, lari bukan hanya soal kecepatan atau panjang jarak. Latihan bertahap, pemahaman nutrisi, dan istirahat memadai sama pentingnya. “Pelari yang sudah lama pasti lebih berhati-hati. Mereka tahu prosesnya tidak instan,” ujarnya.

    Bagi Idha, lari kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang menyatu dengan kesehariannya. “Yang awalnya FOMO, sekarang jadi kebutuhan. Saya merasa lebih sehat, lebih bahagia,” katanya, matanya berbinar.

    Di Makassar, setiap pagi dan sore, langkah-langkah Idha terus mengayuh semangat. Dari lintasan, ia bukan hanya menemukan kebugaran, tapi juga kebebasan dan pelan-pelan, menginspirasi banyak orang untuk ikut memulai langkah pertama.

    Alasan Idha Anhieng rajin lari pagi Bangun pagi demi lari puluhan kilometer Cara menjaga konsistensi olahraga lari Cerita inspirasi pelari wanita Indonesia Cerita sukses pelari pemula Fenomena FOMO olahraga Idha Anhieng Inspirasi perempuan Makassar lari Komunitas lari Makassar Lari menurunkan berat badan efektif Lari sebagai gaya hidup sehat Lifestyle sehat Idha Anhieng Makassar Manfaat lari pagi untuk kesehatan mental Manfaat lari rutin setiap hari Motivasi lari Idha Anhieng Pengalaman ikut komunitas lari Sport TeropongJakarta.com Tips aman ikut race lari jarak jauh Tips memulai olahraga lari jarak jauh Transformasi hidup dengan olahraga lari Tren lari wanita Indonesia
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAnnisa R Damayanti, Kowad TNI AD Asal Jakarta Timur yang Bersinar sebagai MC dan Inspirasi Prajurit Wanita
    Next Article Sehat di Tengah Lelah: Risha Ibu Dua Anak Ini Konsisten Olahraga Meski Bekerja Tiga Shift
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    October 14, 2026

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    October 12, 2026

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.