Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Mengubah Wajah Pendidikan: Perjalanan Deni Iswara dari Kecilnya Rasa Tak Puas hingga Memberikan Kontribusi yang Signifikan
    Education

    Mengubah Wajah Pendidikan: Perjalanan Deni Iswara dari Kecilnya Rasa Tak Puas hingga Memberikan Kontribusi yang Signifikan

    AdminBy AdminMarch 28, 2024Updated:March 28, 2024No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bangka Tengah, TeropongJakarta.com – Dunia pendidikan adalah medan yang penuh tantangan, tetapi bagi Deni Iswara, seorang pengamat pendidikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, tantangan itu adalah panggilan untuk memberikan kontribusi yang tak ternilai kepada bangsanya.

    Deni, yang lebih dikenal dengan semangatnya untuk mengubah wajah pendidikan, bukanlah seorang profesional di bidang ini. Minatnya pada dunia pendidikan muncul dari rasa ketidakpuasannya sendiri terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Kenapa, pikirnya, siswa harus mulai dari nol jika mereka bisa memulainya dari level lima? Pertanyaan sederhana ini, yang muncul ketika Deni masih bersekolah di SMA, menandai awal perjalanan inspiratifnya.

    Saat Deni mengikuti sosialisasi mekanisme seleksi PPPK JF Guru di Jakarta

    “Saat itu saya membaca kutipan, ‘Jika kamu tidak menyukai peraturan, masuklah ke dalam sistem, merangkaklah naik untuk bisa membuat aturanmu sendiri’,” kata Deni, yang terinspirasi untuk memberikan kontribusi pada perubahan sistem pendidikan.

    Mengambil studi di bidang Kurikulum dan Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya, Deni menghadapi perjalanan yang tidak biasa. Setelah lulus, ia tidak langsung menjadi PNS. Hobi di bidang IT membawanya ke pekerjaan sebagai staf IT, di mana ia merasa ada kekosongan dalam penggunaan kemampuannya untuk kebaikan orang banyak.

    Deni Menunjuk Piagam Penghargaan Buat Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia

    “Tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah perubahan zaman,” ungkap Deni. Ia merasa bahwa meskipun teknologi semakin maju, mindset dalam pendidikan masih tertinggal. Kontroversi seputar Kurikulum Merdeka adalah contoh terbaru dari perubahan yang terjadi, di mana banyak yang menilai perubahan tersebut hanya sebagai ‘percobaan’, tanpa memperhitungkan pandangan siswa itu sendiri.

    Deni menjelaskan analogi sederhana tentang kurikulum, membandingkannya dengan persiapan untuk berlibur. Seperti persiapan yang berbeda antara liburan ke pantai dan ke pegunungan, kurikulum juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan peserta didik.

    “Kurikulum harus dinamis, mengikuti arah tujuan peserta didik ke depan,” tambahnya. “Hasil dari perubahan kurikulum baru bisa dilihat 20-30 tahun ke depan, jadi kita harus berpikir jauh ke depan dalam merencanakan perubahan.”

    Meskipun ada resistensi terhadap perubahan, Deni melihat potensi luar biasa dalam merangkul perubahan ini. Di tengah-tengah pandemi COVID-19, ia melihat peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, sementara guru berperan sebagai pemandu untuk menginspirasi inovasi dan kepemimpinan.

    “Indonesia Emas 2045 bukanlah impian yang tidak mungkin jika kita mulai bergerak sekarang,” ujarnya, merujuk pada potensi demografi bangsa yang besar.

    Namun, perubahan tidak selalu berjalan mulus. Deni menemui tantangan dari guru-guru yang enggan berubah, serta siswa yang menolak perubahan dalam kurikulum. Namun, bagi Deni, ini adalah panggilan untuk evaluasi bersama, agar dapat menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan pedoman kurikulum.

    Deni tidak berhenti di situ. Bangkit dari keberhasilan Bangka Tengah dalam menerima anugerah Merdeka Belajar, Deni bermimpi untuk dapat meningkatkan kualitas SDM didaerahnya agar sadar pentingnya pendidikan dan mampu berdiri diatas kakinya sendiri. Ia juga melihat pentingnya kolaborasi antara Kemendikbud dan Kemnaker dalam menciptakan tenaga profesional yang dibutuhkan oleh oerusahaan-perusahaan strategis milik Negara.

    “Dunia pendidikan adalah medan yang luas, dan saya hanya ingin meninggalkan jejak yang berarti dalam perjalanan memajukan pendidikan di Indonesia,” tutup Deni, dengan tekad yang membara.

    Deni Iswara, dengan semangatnya yang tidak kenal lelah, adalah contoh nyata bahwa satu individu dengan tekad yang kuat dapat mengubah dunia pendidikan, kearah yang lebih baik.

    Bangka Tengah education news Pendidikan Teropong Jakarta TeropongJakarta TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleKukuh Sukma: Memeluk Tugas Baru dengan Semangat dan Dedikasi
    Next Article Dr. Michelle Angelina, M.Biomed, Sp.OG: Terus Menginspirasi dalam Pelayanan Kesehatan Wanita
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.