YALA, TeropongJakarta.com – Generasi muda Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung budaya internasional. Puteri Kebaya Indonesia Remaja 2025 sekaligus Ketua Komunitas BAIK (Berbudaya Anak Indonesia dengan Kebaya), Anindya Mutiara Cinta, meraih gelar Grand Winner dalam ajang Melayu Day Yala 2026 di Thailand Selatan. Ia juga dinobatkan sebagai Best Traditional Presentation dan People’s Choice Delegate.
Bagi Anindya, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan personal. Ia menyebutnya sebagai bagian dari komitmen misi 3M yang diusungnya: Melestarikan, Mengedukasi, dan Menginspirasi. “Saya datang bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa identitas budaya Indonesia. Setiap langkah di panggung adalah tanggung jawab,” kata Anindya, Sabtu lalu.
Rangkaian kegiatan dimulai dari kunjungan budaya di Pulau Pinang, Malaysia, sebelum berlanjut ke Yala. Di Thailand Selatan, ia terlibat dalam berbagai agenda interaksi budaya, mulai dari makan bersama di kantin sekolah, senam bersama siswa-siswi setempat, hingga dialog lintas budaya. Menurut dia, pendekatan tersebut memperkuat nilai edukasi yang menjadi inti gerakan Komunitas BAIK.

“Interaksi sederhana seperti makan bersama atau berbincang dengan pelajar Thailand justru memperlihatkan bahwa budaya itu hidup. Di situ ada ruang saling belajar dan saling menghargai,” ujarnya.
Pada malam pertunjukan, Anindya membawakan enam tarian. Penampilan “Indonesia Menari” dibuka dengan prosesi pembawaan kain dan pengibaran Bendera Merah Putih. Ia juga menampilkan “Lenggang Nyai” sebagai representasi DKI Jakarta serta terlibat dalam Tari Tiga Negeri kolaborasi antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia. “Saat Merah Putih berkibar di panggung internasional, saya merinding. Itu bukan sekadar koreografi, tetapi simbol kehormatan,” tuturnya.
Dalam parade budaya internasional, Anindya mengenakan busana adat Kalimantan dan sejumlah karya desainer Indonesia, termasuk Batik Trusmi motif Mega Mendung rancangan Sally Giovanny, Arsita Craft by Arsita Resmisari, serta karya desainer Acien. Ia menilai kolaborasi dengan para perancang busana menjadi bagian penting dalam memperkuat citra Indonesia. “Busana adalah medium diplomasi visual. Dunia melihat siapa kita dari apa yang kita kenakan dan bagaimana kita membawakannya,” katanya.

Sebagai Ketua Komunitas BAIK, Anindya juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia Kaya atas izin dan dukungan untuk membawakan karya “Indonesia Menari” di forum internasional. “Kepercayaan itu menjadi energi bagi kami untuk terus membawa seni tradisi ke ruang-ruang global,” ucapnya..
Ia menegaskan, kemenangan ini adalah amanah untuk terus menjaga marwah budaya Indonesia. “Saya percaya generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus globalisasi. Kita harus menjadi pelaku yang percaya diri membawa budaya sendiri,” kata Anindya.
