Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    Sepuluh Hari dari Teks ke Panggung Berakhir Haru, Tangis Peserta Warnai Perpisahan

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Kiai Paox Iben Mudhaffar: Wayang Sebagai Identitas Kebudayaan Islam
    Culture

    Kiai Paox Iben Mudhaffar: Wayang Sebagai Identitas Kebudayaan Islam

    AdminBy AdminNovember 13, 2024Updated:November 13, 2024No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Kendal, TeropongJakarta.com – Pengasuh Pondok Pesantren dan Kebudayaan Ndalem Wongsorogo, Brangsong Kendal, Kiai Paox Iben Mudhaffar, menegaskan bahwa meskipun wayang berasal dari tradisi Hindu di India, para Wali Songo berhasil mengadaptasi, mengasimilasi, dan memperbaikinya untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara. Menurutnya, wayang kini identik dengan kebudayaan Islam, terutama berkat peran Sunan Bonang, Sunan Giri, dan Sunan Kalijaga dalam proses tersebut.

    Dalam acara Wayangan dan Harlah Pesantren Ndalem Wongsorogo yang digelar Selasa malam (12/11/2024), Kiai Paox menyampaikan pandangannya mengenai sejarah dan pentingnya wayang dalam budaya Islam. “Namun sayangnya, dalam perjalanan waktu, wayang ini tidak dipelihara oleh kalangan Islam, khususnya pesantren. Malah yang memeliharanya adalah kalangan-kalangan lain. Jadi, wayangan seharusnya juga menjadi identitas santri,” ujar Kyai Paox.

    Kiai Paox menekankan pentingnya memperingati Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 November. Pada tanggal tersebut, wayang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dan dianggap sebagai budaya asli Indonesia. “Setiap tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia. Ini adalah pengakuan dunia terhadap budaya kita,” tambahnya.

    Selain itu, acara ini juga menandai satu tahun revitalisasi pesantren dan Kebudayaan Ndalem Wongsorogo serta perayaan Merti Desa Sidorejo, Brangsong. Desa Sidorejo terbentuk dari penggabungan dua desa, yaitu Kalijaran dan Srogo, pada 28 November 1928. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk melestarikan budaya dan tradisi yang sudah ada sejak lama,” jelas Kiai Paox.

    Kiai Paox juga mengungkapkan bahwa karena bertepatan dengan musim pemilihan kepala daerah (Pilkada), acara ini turut melibatkan penyelenggara Pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu. Hal ini bertujuan untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. “Kami ingin Pilkada berjalan damai, aman, dan lancar. Pemilihnya juga harus mempunyai pemikiran yang dewasa, dan para calon lebih mengedepankan visi-misi yang membawa pesan kebudayaan,” ujarnya.

    Ketua Panitia sekaligus Ketua Yayasan Darul Mudhaffar, Thohir Ardana, dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit ini digelar untuk memperingati Hari Wayang Nasional sekaligus ulang tahun pertama Pondok Pesantren dan Rumah Kebudayaan Ndalem Wongsorogo. “Kami menghadirkan pementasan wayang kulit seharian penuh dengan berbagai lakon,” ujarnya.

    Dalam pagelaran tersebut, beberapa Dalang Cilik turut tampil dengan berbagai lakon, di antaranya Rizki Maulana dengan lakon Cakra Ningrat, Hanif dengan lakon Kikis Tunggorono, dan Sindu dengan lakon Bimo Suci. Selain itu, acara puncak menghadirkan Budayawan dan Sastrawan terkenal, Ki Sujiwo Tejo, yang membawakan lakon Sang Jarasandha dan Wayang Jagongan, disertai dengan diskusi terbuka dan ruwatan.

    Ardana berharap, acara ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni wayang kulit serta melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita pewayangan. “Semoga semua rangkaian acara dapat terlaksana dengan lancar dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari segi pendidikan, nilai luhur, maupun sosial budaya,” harapnya.

    Kepala Desa Sidorejo, Edi Kadarisman, menyatakan dukungannya terhadap acara ini. Menurutnya, pementasan wayang dapat menjadi media penyampaian kritik kepada pemerintahan melalui seni kebudayaan. “Melalui pementasan wayang, kita bisa menyampaikan aspirasi tanpa harus turun ke jalan. Seni budaya adalah salah satu cara untuk menyampaikan pesan-pesan penting,” ungkap Edi.

    Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Brangsong Kendal untuk merenungkan kembali makna budaya wayang dalam kehidupan mereka. Selain menjadi sarana hiburan, pagelaran wayang juga berfungsi sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. “Kami bangga dengan warisan budaya ini dan akan terus berupaya melestarikannya,” kata salah satu warga.

    Bagi para santri dan masyarakat pesantren, acara ini juga memberikan kesempatan untuk lebih memahami dan menghargai budaya wayang sebagai bagian dari identitas mereka. “Wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam,” tambah seorang santri.

    Dengan berbagai kegiatan yang telah dirancang, acara Wayangan dan Harlah Pesantren Ndalem Wongsorogo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus melestarikan budaya wayang. “Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini bersama-sama,” tutup Kiai Paox.

    Kendal Ndalem Wongsorogo TeropongJakarta.com wayang
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticlePerjalanan Inspiratif Yusuf: Dari Pekerja Produksi Hingga Food Enthusiast Ternama
    Next Article Hidup di Desa, Sukses di Dunia Digital: Kisah Inspiratif Friyan
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    September 21, 2026

    Sepuluh Hari dari Teks ke Panggung Berakhir Haru, Tangis Peserta Warnai Perpisahan

    September 17, 2026

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    Sepuluh Hari dari Teks ke Panggung Berakhir Haru, Tangis Peserta Warnai Perpisahan

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.