Bekasi, TeropongJakarta.com – Bagi Eslah Rahmah Oktaviana, gelar Finalis Puteri Indonesia Jawa Barat 2023 bukan sekadar pencapaian personal. Ajang yang diikutinya dua tahun lalu justru menjadi titik awal keterlibatan yang lebih dalam pada kerja-kerja sosial, terutama di wilayah pinggiran Kota Bekasi. Dari kolong jembatan hingga panti asuhan, Eslah memilih turun langsung, mendengarkan, dan hadir.
Eslah menyebut Puteri Indonesia sebagai platform yang kredibel bagi perempuan untuk bersuara dan berdampak. “Ajang ini bukan hanya soal kecantikan, tapi wadah bagi perempuan untuk berdaya dan membawa perubahan positif bagi lingkungan,” ujarnya. Melalui Puteri Indonesia, ia bertemu banyak perempuan dari berbagai daerah dengan visi serupa. Dari relasi itulah, lahir inisiatif sosial yang hingga kini terus dijalankannya bersama sejumlah finalis lain.
Sejak menyandang status finalis, Eslah aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia dan rekan-rekannya menyambangi kawasan-kawasan yang kerap luput dari perhatian publik, termasuk kolong jembatan dan permukiman rentan. Di sana, mereka menggelar kegiatan belajar sambil bermain untuk anak-anak, serta menyalurkan bantuan dari para donatur. “Kami juga dipercaya membawa amanah dari saudara-saudara yang berdonasi. Kepercayaan itu menjadi tanggung jawab besar bagi kami,” kata Eslah.

Pengalaman bekerja langsung dengan komunitas menjadi bagian paling berkesan dalam perjalanannya. Ia mengenang momen ketika anak-anak menuliskan mimpi mereka di sticky note usai bermain bersama. Namun, satu peristiwa di panti asuhan masih membekas kuat dalam ingatannya. Saat itu, Eslah membawa kue tart dan makan bersama anak-anak panti. “Ada seorang anak kecil bilang, ‘Kak, begini ya rasanya kue tart? Aku baru ngerasain.’ Kalimat itu membuat saya terdiam,” tuturnya.
Momen tersebut mengajarkannya tentang makna syukur dan kesenjangan pengalaman hidup yang kerap luput disadari. “Ternyata ada anak-anak yang belum pernah merasakan hal sederhana yang bagi kita biasa saja,” kata Eslah. Sejak saat itu, ia mengaku semakin yakin bahwa kehadiran langsung jauh lebih bermakna dibanding sekadar simbol.
Menurut Eslah, peran finalis Puteri Indonesia dalam kegiatan sosial tidak selalu harus berskala besar. “Gerakan kecil pun pasti berdampak,” ujarnya. Dampak paling nyata yang ia rasakan adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Selain menyalurkan bantuan ke panti asuhan, Eslah dan tim juga rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada warga yang membutuhkan.

Ke depan, Eslah ingin memperluas jangkauan kegiatannya. Ia terlibat dalam gerakan sosial @webesideyou, yang tak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga isu lingkungan. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah penanaman 100 pohon mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap alam.
Sebagai warga Bekasi, Eslah juga berharap dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia mengaku pernah berdiskusi dengan Ibu Wali Kota Bekasi dan ingin terlibat dalam program pembangunan sosial, khususnya yang mendorong anak muda agar lebih berdaya. “Saya ingin ikut membangun kota tempat saya tinggal, agar lebih maju dan inklusif,” katanya.
Bagi Eslah Rahmah Oktaviana, perjalanan sebagai finalis Puteri Indonesia adalah awal dari komitmen panjang: merawat mimpi, satu langkah kecil, satu senyum, dan satu komunitas pada satu waktu.
