Kendari, TeropongJakarta.com – Setiap pagi, ketika sebagian warga Kendari masih bersiap memulai aktivitas, Icha telah lebih dulu menggerakkan tubuhnya. Perempuan yang menetap di ibu kota Sulawesi Tenggara itu menjadikan olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup sehari-hari. Gym dan lari ia pilih bukan sekadar untuk kebugaran fisik, melainkan sebagai cara merawat diri secara menyeluruh.
Rutinitas Icha dimulai sejak pukul enam pagi. Hingga pukul sepuluh, ia menghabiskan waktu untuk berlatih di pusat kebugaran dan berlari. “Gym saya fokuskan untuk mengurangi lemak tubuh sekaligus membangun otot. Kalau lari, tujuannya lebih ke kesehatan jantung,” ujar Icha. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas bekerja sepanjang hari.
Menurut Icha, dua jenis olahraga tersebut saling melengkapi. Latihan beban membantu kekuatan dan struktur tubuh, sementara lari menjaga daya tahan dan fungsi kardiovaskular. Ia menyadari, menjaga kesehatan membutuhkan konsistensi dan pengorbanan waktu. “Kalau tidak diatur dari pagi, biasanya sulit mencari waktu olahraga,” katanya.

Selain olahraga, pola makan juga menjadi perhatian utama. Icha tidak menerapkan diet ekstrem, namun berupaya mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi protein yang cukup. “Tubuh yang aktif butuh asupan yang tepat. Saya tidak menghindari makan, tapi lebih memilih apa yang saya makan,” ujarnya. Prinsip itu membuatnya tetap bertenaga menjalani rutinitas padat.
Perubahan positif mulai ia rasakan setelah menjalani gaya hidup tersebut secara konsisten. Kesehatan jantung dan paru-paru meningkat, berat badan lebih terkontrol, serta otot dan tulang terasa lebih kuat. Dampak lain yang tak kalah penting adalah perbaikan kesehatan mental. “Olahraga bikin pikiran lebih tenang. Tidur juga jadi lebih nyenyak karena tubuh benar-benar lelah secara sehat,” kata Icha.
Namun, perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Rasa lelah dan malas kerap muncul, terutama ketika pekerjaan menumpuk. Icha mengakui ada hari-hari ketika motivasi menurun. “Kadang capek, kadang malas. Tapi saya ingat lagi tujuan awal. Kalau tidak sanggup berat, saya turunkan intensitasnya,” ujarnya. Baginya, berhenti total justru menjadi pilihan terakhir.

Icha menilai, konsistensi adalah kunci utama dalam menjaga gaya hidup sehat. Ia menolak anggapan bahwa olahraga hanya soal mengejar bentuk tubuh atau mengikuti tren. Pesan ini yang ingin ia sampaikan kepada generasi muda, khususnya perempuan. “Olahraga itu bukan tentang kurus atau standar tertentu. Ini soal mencintai diri sendiri dan menjaga tubuh untuk jangka panjang,” katanya.
Di tengah keseharian di Kendari, Icha menunjukkan bahwa hidup sehat bukan hasil perubahan instan. Ia lahir dari disiplin, kesadaran, dan keputusan sederhana yang diulang setiap hari. Bagi Icha, merawat tubuh hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih sehat dan berdaya.
