Jakarta, TeropongJakarta.com – Perubahan kondisi ekonomi dapat mendorong seseorang untuk mencari peluang baru di luar bidang yang selama ini ditekuni. Pengalaman tersebut dirasakan Eko Sepritama, S.H., M.H., seorang praktisi hukum yang mulai mengembangkan bisnis teknologi internet melalui TREN setelah menghadapi tantangan finansial saat pandemi Covid-19.
Sebelum mengenal dunia bisnis teknologi, Eko menjalani profesi sebagai pengacara. Pandemi menjadi salah satu periode yang mengubah perjalanan profesionalnya karena pemasukan yang diperoleh mengalami penurunan. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki keadaan, tetapi hasilnya belum memberikan perubahan signifikan.
“Saat Covid-19, saya mengalami penurunan pemasukan. Banyak hal yang saya coba lakukan untuk memperbaiki keadaan, tetapi belum membuahkan hasil yang signifikan,” ujar Eko.

Kesempatan baru datang pada 2024 ketika seorang relasinya mengajak bergabung dalam sebuah bisnis yang kemudian dikenalnya sebagai TREN. Ajakan tersebut membuka jalan bagi Eko untuk mempelajari bidang usaha yang berbeda dari profesi hukum yang telah dijalaninya.
Ketertarikan Eko terhadap TREN berawal dari produk modem yang digunakannya untuk menunjang kebutuhan konektivitas internet. Dari pengalaman tersebut, ia mulai melihat peluang bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet untuk komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
“Awalnya saya tertarik dengan produknya. Sebuah modem yang mampu memberikan kelancaran berinternet untuk saya. Dari bisnisnya, saya melihat potensi pasar yang sangat besar,” katanya.
Meski demikian, Eko menyadari bahwa mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan melihat peluang pasar. Pemahaman terhadap produk, mekanisme bisnis, legalitas, dan risiko menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.

Latar belakangnya sebagai praktisi hukum turut membentuk pendekatannya dalam mempelajari TREN. Ia mengaku mendalami aspek legalitas dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko yang dapat muncul dalam perjalanan bisnis.
Baginya, pengalaman di bidang hukum memberikan perspektif untuk menghadapi dinamika usaha secara lebih terukur. Pengetahuan tersebut juga menjadi bekal ketika harus mempertimbangkan keputusan yang berkaitan dengan pengembangan jaringan bisnis.
Menjalankan profesi pengacara sekaligus membangun usaha menjadi tantangan tersendiri bagi Eko. Ia mengakui bahwa keterbatasan waktu sempat menghambat perkembangan bisnisnya karena padatnya aktivitas profesional.
Situasi tersebut mendorongnya untuk mengevaluasi prioritas. Eko kemudian memutuskan memberikan perhatian lebih besar kepada TREN sebagai salah satu upaya membangun sumber pendapatan alternatif.
Setelah lebih fokus mengembangkan bisnis selama sekitar satu tahun terakhir, Eko mengaku mengalami pertumbuhan pendapatan. Ia juga menyebut telah memiliki kantor cabang sendiri yang berfungsi sebagai distributor utama untuk wilayah Bekasi.

Pencapaian itu menjadi salah satu perkembangan penting dalam perjalanannya membangun usaha. Pengalaman tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi ketika seseorang harus membagi waktu antara profesi utama dan pengembangan bisnis.
Ke depan, Eko berharap TREN dapat terus berkembang sebagai solusi konektivitas internet bagi masyarakat Indonesia hingga pasar global. Ia juga ingin bisnis tersebut menjadi salah satu alternatif peluang ekonomi di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut Eko, kebutuhan internet yang telah menjadi bagian dari pengeluaran rutin masyarakat dapat membuka kesempatan untuk mempelajari model bisnis berbasis konektivitas. Namun, ia menilai setiap orang tetap perlu memahami mekanisme usaha dan mempertimbangkan risiko sebelum memutuskan bergabung.
“Visi saya untuk TREN adalah tetap menjadi solusi konektivitas tanpa batas bagi seluruh masyarakat Indonesia serta dunia,” ungkapnya.
Perjalanan Eko dari profesi pengacara menuju bisnis teknologi internet menjadi bagian dari upayanya beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi. Dengan memanfaatkan pengalaman profesional dan mempelajari bidang usaha baru, ia berusaha membangun fondasi bisnis yang dapat berkembang dalam jangka panjang.
Kisah tersebut juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan peluang secara cermat, memahami risiko, dan menentukan prioritas ketika menjajaki jalur karier yang berbeda.
