Jakarta, TeropongJakarta.com – Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi Selly Fatria Ifrina dalam perjalanan membangun bisnis. Ketika sejumlah usahanya mengalami stagnasi pada 2021, perempuan kelahiran Palembang, 5 Juni 1990, ini menemukan peluang baru melalui TREN. Dari sana, ia mengembangkan jaringan bisnis yang diklaim telah menjangkau sekitar 20.000 mitra dan anggota tim di Indonesia.
Sebagai ibu dari empat anak, Selly tidak hanya berfokus pada keluarga, tetapi juga mengembangkan bisnis di berbagai sektor. Ia merupakan Co-founder disebuah komunitas perempuan yaitu TREN Women Preneur yang bergerak di bidang teknologi ,selain itu selly membangun bisnis fashion pria bersama suaminya, serta menjadi salah satu pemilik dari Cinere Padel Court.
Selly mengaku, perkenalannya dengan TREN memberikan dukungan ekonomi bagi keluarganya ketika situasi bisnis sedang tidak menentu. Ia menyebut pendapatannya dari penjualan modem TREN telah mencapai miliaran rupiah.

“Awalnya saat COVID-19, pada 2021, semua bisnis saya stuck. Kemudian saya dipertemukan dengan TREN, bisnis yang cukup membantu saya dan keluarga pada saat itu,” ujar Selly.
Bagi Selly, mengembangkan jaringan hingga puluhan ribu mitra bukan hanya soal memperluas penjualan. Ia menilai konsistensi dalam memberikan motivasi dan menunjukkan kontribusi nyata menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan tim.
“Strategi saya membangun jaringan sampai 20.000 mitra adalah tidak berhenti memberikan motivasi kepada tim agar bisa sama-sama sukses. Pastinya, saya harus berdampak dulu bagi mereka,” katanya.
Dalam perjalanan membangun bisnisnya, Selly mengaku telah menerima berbagai bentuk apresiasi, mulai dari uang tunai hingga hadiah perjalanan dan mobil. Namun, baginya, pencapaian tersebut bukan satu-satunya hal yang berharga. Ia juga merasa bangga karena bisnis yang dijalaninya membuka kesempatan untuk membangun relasi dengan berbagai kalangan, termasuk pejabat kepolisian, gubernur, hingga lingkungan kepresidenan.

Pengalaman tersebut mendorong Selly untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi bisnisnya. Bersama sang suami, ia kini turut mengembangkan NEXTUP Fashion dan HEMDEN, dua bisnis fashion yang telah dibangun suaminya selama sekitar 20 tahun. Tak berhenti di situ, Selly juga tengah mempersiapkan merek fashion pria baru yang direncanakan berekspansi ke lima lokasi Metro Department Store. Langkah ini menjadi bagian dari upayanya memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkuat kiprah keluarga mereka di industri fashion.
Memasuki industri fashion menjadi tantangan tersendiri karena bidang tersebut masih sangat baru baginya. Selly pun memilih memperdalam pengetahuan melalui pendidikan di Spark Fashion Academy, Jakarta.

“Saya yakin kalau ada bisnis yang bisa dikerjakan bareng suami, hasilnya juga dahsyat. Tantangannya tentu tidak mudah karena fashion merupakan bisnis baru untuk saya. Makanya, saya belajar lagi di Spark Fashion Academy Jakarta,” tuturnya.
Selain fashion, Selly melihat peluang di industri olahraga dengan menjadi salah satu pemilik Cinere Padel Court. Ketertarikannya muncul ketika olahraga padel mulai ramai diminati dan ia melihat kesempatan untuk mencoba bidang usaha berbeda.
Di tengah kesibukan bisnis, Selly berupaya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Ia menyadari bahwa membangun usaha membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi kehadirannya bagi anak-anak tetap menjadi prioritas.

“Saya harus pintar-pintar membagi waktu karena saya tidak mau anak-anak kehilangan waktu bersama ibunya,” ujarnya.
Sebelum aktif berbisnis, Selly pernah bermain di beberapa (FTV) dan sejumlah iklan pada 2008. Kini, ia juga bangga melihat putra sulungnya, Raffasya, mengembangkan potensi di bidang sepak bola. Menurut Selly, putranya pernah mengikuti kompetisi internasional dan bertanding di Korea Selatan mewakili tim nasional pelajar dan sekarang aktif di club asiop jakarta
Bagi Selly, pencapaian dalam bisnis bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia ingin terus mengembangkan usaha sekaligus mendukung pertumbuhan anak-anaknya.
Melalui pengalamannya, Selly berharap perempuan lain berani mempelajari hal baru, mengambil peluang, dan membangun kemandirian. Baginya, menjadi ibu dan pengusaha merupakan dua peran yang dapat dijalankan bersama melalui komitmen, pengelolaan waktu, dan kemauan untuk terus belajar.
