Makassar, TeropongJakarta.com – Tidak banyak perempuan muda yang memilih bertahan dan membangun praktik mandiri di dunia arsitektur. Namun, Ar. Ainun Puspitasari, IAI, membuktikan bahwa usia dan gender bukan penghalang untuk berkarya, memimpin, dan membangun bisnis profesional di bidang yang masih didominasi laki-laki.
Arsitek asal Makassar ini telah menapaki perjalanan yang ia impikan sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana arsitektur, Ainun langsung melanjutkan pendidikan profesi hingga memperoleh Sertifikat Registrasi Arsitek (STRA), sebuah legalitas penting bagi seorang arsitek profesional. Saat ini, ia juga tengah menyelesaikan studi Magister Arsitektur di Universitas Hasanuddin sebagai bentuk komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas diri.
Bagi Ainun, menjadi arsitek bukan sekadar profesi. Ia ingin membangun sesuatu yang lebih besar dari pencapaian pribadi. Keinginan tersebut mendorongnya mendirikan biro arsitek bernama Pujie Atelier yang kini telah berjalan dan berkembang selama empat tahun terakhir.

“Menjadi arsitek adalah cita-cita saya sejak kecil. Ketika akhirnya berhasil menjadi arsitek profesional, saya merasa ingin membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar karier pribadi,” ujar Ainun.
Ia mengaku memiliki ketertarikan besar pada dunia kepemimpinan dan senang membangun tim. Karena itu, mendirikan biro arsitek menjadi langkah yang ingin diwujudkannya sejak awal meniti karier profesional.
Meski demikian, perjalanan membangun biro tidak selalu mudah. Ainun belajar bahwa profesi arsitek tidak hanya tentang merancang bangunan atau menghasilkan desain yang menarik. Di balik setiap proyek, ada proses membangun kepercayaan klien, mengelola tim, serta memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Sebagai perempuan muda, tantangan terbesar yang ia rasakan adalah membangun kepercayaan di lingkungan profesional. Menurutnya, tidak jarang orang menilai usia dan gender terlebih dahulu sebelum melihat kompetensi seseorang.
Namun, Ainun memilih menjawab tantangan tersebut melalui karya dan konsistensi. Ia percaya bahwa kepercayaan tidak perlu diminta, melainkan dibangun melalui integritas, kemampuan, dan hasil kerja yang nyata.
Selain mengembangkan biro arsitek, Ainun juga membangun workshop interior Design and Build yang terintegrasi dengan layanan arsitektur. Baginya, arsitektur dan interior merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi untuk menghadirkan ruang yang nyaman, fungsional, dan sesuai kebutuhan pengguna.

Di luar aktivitas profesional, Ainun juga aktif dalam organisasi. Salah satu pencapaian yang paling berkesan adalah ketika ia dipercaya menjadi Ketua Forum Arsitektur Sulawesi Selatan dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak perubahan di bidang arsitektur.
Ke depan, Ainun ingin terus mengembangkan Pujie Atelier dan bisnis interior yang dibangunnya, sekaligus berbagi pengalaman kepada generasi muda. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran dalam profesi arsitektur dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
“Harapan saya sederhana, semoga perjalanan saya bisa membuat lebih banyak perempuan berani berarsitektur, memimpin, dan membangun mimpinya sendiri,” tutup Ainun.
