Bandung, TeropongJakarta.com – Di balik seragam cokelat yang dikenakannya setiap hari, Bripda Lanjar Gian Pratista menyimpan satu cara sederhana untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah padatnya tugas sebagai anggota kepolisian. Bagi Polwan yang bertugas di Polrestabes Bandung ini, olahraga bukan sekadar hobi, melainkan kebutuhan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus kesehatan mental.
Perempuan kelahiran Makassar tersebut menghabiskan hari-harinya dengan menjalankan berbagai tugas pelayanan dan pengamanan masyarakat. Ritme kerja yang dinamis sering kali menuntut kesiapan fisik dan mental dalam waktu yang tidak menentu.
“Tugas di lapangan kadang menyita banyak energi dan pikiran. Karena itu saya merasa perlu memiliki aktivitas yang bisa membantu mengembalikan semangat setelah dinas,” ujarnya.
Pencarian itu membawanya pada olahraga padel, salah satu cabang olahraga yang belakangan semakin populer di Indonesia. Awalnya, Lanjar mengenal padel melalui media sosial. Rasa penasaran muncul ketika melihat permainan yang terlihat santai, tetapi tetap menuntut kecepatan dan strategi.
Saat pertama kali mencoba, ia langsung jatuh hati.

Menurut Lanjar, padel memiliki karakter permainan yang unik. Lapangan yang dikelilingi dinding kaca membuat permainan berlangsung cepat dan dinamis. Pemain dituntut untuk fokus, sigap mengambil keputusan, serta mampu bekerja sama dengan pasangan dalam waktu singkat.
“Bagi saya yang terbiasa dengan kedisiplinan dan kesigapan saat bertugas, padel terasa cocok. Ada unsur refleks, konsentrasi, dan strategi yang membuat permainan ini selalu menarik,” katanya.
Tak hanya menyenangkan, manfaat yang dirasakan Lanjar juga cukup besar. Dari sisi fisik, stamina tubuhnya meningkat sehingga aktivitas patroli maupun pengamanan yang berlangsung berjam-jam terasa lebih ringan dibanding sebelumnya.
Sementara dari sisi mental, padel menjadi ruang untuk melepas penat setelah menghadapi berbagai dinamika pekerjaan.
“Padel menjadi salah satu stress relief terbaik bagi saya. Saat berada di lapangan, saya bisa fokus menikmati permainan dan melupakan sejenak tekanan pekerjaan,” ungkapnya.
Selain itu, olahraga yang umumnya dimainkan secara berpasangan ini juga membuka kesempatan untuk bertemu banyak orang baru. Melalui komunitas dan sesi permainan bersama, Lanjar belajar membangun komunikasi, kerja sama, sekaligus memperluas lingkaran pertemanan di luar lingkungan kerja.

Meski memiliki jadwal dinas yang padat, Lanjar berusaha tetap konsisten berolahraga. Ia biasanya bermain setelah pulang bertugas pada sore atau malam hari. Saat akhir pekan, ia juga menyempatkan diri bermain bersama teman maupun keluarga.
Menurutnya, kunci utama menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan olahraga adalah komitmen.
“Kita tidak selalu punya waktu luang, jadi yang perlu dilakukan adalah menciptakan waktu. Saya melihat olahraga sebagai investasi untuk diri sendiri agar tetap produktif dan sehat,” jelasnya.
Sebelum mengenal padel, Lanjar juga aktif berlari. Namun, ia mengakui padel memiliki keunggulan tersendiri karena lebih fleksibel untuk dijadwalkan di tengah kesibukan sehari-hari.

Melalui pengalamannya, Lanjar ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk mulai peduli terhadap kesehatan diri. Ia percaya bahwa gaya hidup sehat tidak harus dimulai dari langkah besar.
“Mulailah dari hal kecil. Bisa dengan berjalan kaki, jogging, atau mencoba olahraga baru bersama teman dan keluarga. Yang terpenting adalah konsisten dan menikmati prosesnya,” katanya.
Bagi Lanjar, perempuan yang sehat adalah perempuan yang memiliki energi untuk berkarya, berdaya, dan menjalani berbagai peran dalam kehidupan.
“Seragam cokelat yang saya pakai adalah tanggung jawab saya kepada negara. Namun tubuh yang sehat adalah tanggung jawab saya kepada diri sendiri. Jangan biarkan kesibukan mematikan semangat untuk hidup sehat,” tutupnya.
