Palembang, TeropongJakarta.com – Tidak semua orang yang pernah berada di panggung pageant memilih melanjutkan karier di dunia hiburan atau industri kreatif. Nabila, perempuan muda asal Palembang, Sumatera Selatan, justru mengambil jalan berbeda. Setelah dikenal sebagai Puteri Indonesia Sumsel Best Evening Gown 2026 , ia kini mengabdikan diri di sektor transportasi publik sebagai bagian dari pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Bagi Nabila, dunia pageant bukan sekadar ajang kompetisi kecantikan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi tempat belajar yang membentuk karakter, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri yang hingga kini masih menjadi bekal dalam menjalankan profesinya.
“Di dunia pageant saya belajar public speaking, etika, disiplin, dan bagaimana membangun kepercayaan diri. Pengalaman itu sangat membantu saya dalam pekerjaan saat ini,” kata Nabila.

Menurutnya, seiring bertambahnya pengalaman, ia memahami bahwa pencapaian tidak selalu diukur dari gelar yang diraih. Ada hal yang lebih penting, yakni bagaimana seseorang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Pemahaman tersebut yang kemudian membawanya bergabung dengan KAI. Melalui pekerjaannya, Nabila merasa memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api setiap hari.
Dalam menjalankan tugasnya, Nabila bertemu dengan berbagai karakter pelanggan yang datang dengan kebutuhan dan situasi yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri sekaligus pengalaman berharga yang terus mengasah kemampuan komunikasi dan empatinya.
“Tantangan yang paling berkesan adalah menghadapi berbagai karakter pelanggan. Saya berusaha tetap tenang, mendengarkan dengan empati, lalu memberikan solusi sesuai prosedur agar pelanggan merasa terbantu dan dihargai,” ujarnya.

Kemampuan berkomunikasi yang ia pelajari sejak mengikuti pageant menjadi salah satu modal utama dalam memberikan pelayanan prima. Selain itu, profesionalisme dan kedisiplinan juga menjadi nilai yang selalu ia pegang dalam bekerja.
Nabila menilai perempuan muda memiliki peran yang semakin penting dalam berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi. Menurutnya, perempuan mampu menghadirkan pendekatan yang profesional, inklusif, dan penuh empati dalam melayani masyarakat.
Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Kesempatan yang setara bagi perempuan dinilai mampu mendorong terciptanya layanan publik yang lebih ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Perempuan muda memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang profesional sekaligus humanis. Ketika diberikan kesempatan yang sama, perempuan bisa berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.
Di tengah perjalanan kariernya, Nabila juga ingin mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengejar cita-cita, meskipun jalan yang ditempuh berbeda dari rencana awal.

Baginya, setiap pengalaman memiliki nilai yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan. Kunci terpenting adalah terus belajar, berani mencoba hal baru, dan tidak menyerah saat menghadapi proses yang panjang.
“Jangan takut bermimpi besar dan mencoba hal baru. Terus belajar, bekerja keras, dan manfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Percayalah bahwa setiap proses akan membawa kita bertumbuh dan lebih dekat dengan tujuan,” tutup Nabila.
Perjalanan Nabila menjadi bukti bahwa pengalaman dari berbagai bidang dapat menjadi modal berharga untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dari panggung pageant hingga pelayanan publik di KAI, ia menunjukkan bahwa mimpi besar akan menemukan jalannya ketika dibarengi dengan kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.
