Malang, TeropongJakarta.com – Cathelia Anabella, yang kini menetap di Malang, namun berasal dari Surabaya, mengawali kariernya di dunia modeling sejak usia muda. “Dari SMP hingga kuliah, saya selalu suka tampil di depan kamera. Itu yang membuat saya jatuh cinta dengan dunia modeling,” kenangnya. Perjalanan modelingnya berlanjut hingga masa kuliah, dan ia pun meraih beberapa pencapaian. Namun, pandemi COVID-19 mengubah segalanya.
Seiring dengan pembatalan event-event modeling akibat pandemi, Anabella merasa terhenti. “Pekerjaan modeling sangat bergantung pada event, dan dengan pandemi, semuanya berhenti. Setelah beberapa bulan menganggur, saya merasa harus mencari alternatif lain,” ceritanya. Beruntung, teman-teman yang sudah lebih dulu terjun ke dunia content creation memberikan dorongan. “Mereka bilang, ‘Kenapa nggak coba jadi TikTokers? Sekarang TikTok nggak hanya soal joget, banyak jenis kontennya,'” ujar Anabella mengenang awal mula peralihan kariernya.
Meski sempat ragu, Anabella memutuskan untuk mengeksplorasi TikTok. “Awalnya saya menganggap TikTok hanya untuk joget, tetapi ternyata ada banyak konten, mulai dari beauty review, foodies, sampai edukasi,” jelasnya. Ia pun menemukan niche yang pas dengan membuat konten “How to Pose Like a Model.” Konten tersebut, menurutnya, cukup langka di TikTok, terutama yang menggabungkan hijab dalam konsep modeling.

Namun, perjalanan Anabella di dunia content creation tidak selalu mudah. Konsistensi menjadi tantangan besar. “Setelah beberapa tahun membuat konten, saya sadar bahwa konten yang terlalu serius dan dengan image ‘garang’ kurang diminati. Itu sebabnya saya mulai bereksperimen dengan elemen komedi,” katanya. Keputusan tersebut terbukti efektif, karena gaya baru ini lebih mudah diterima audiens.
Saat ini, Anabella aktif di berbagai platform, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube Shorts. Setiap platform memiliki audiens dan karakteristik yang berbeda. “Setiap platform punya audiens yang unik. Saya menyesuaikan konten dengan karakteristik masing-masing,” ungkapnya. Namun, Anabella mengaku lebih menikmati membuat konten di Instagram. “Di Instagram, saya merasa lebih dekat dan personal dengan audiens saya,” tambahnya.
Bagi Anabella, musik adalah bagian integral dalam setiap kontennya. “Musik sangat penting dalam dunia fashion saya. Meskipun konten saya sering berunsur komedi, saya tetap ingin penampilan saya menarik dan eyecatching,” kata Anabella. Ia percaya bahwa musik membantu menciptakan suasana yang sesuai dengan outfit yang ia pilih. “Dari outfit yang saya kenakan, kalian bisa menebak genre musik apa yang saya suka,” ujarnya dengan senyuman.

Anabella merasa content creation memberinya kebebasan berekspresi. “Sekarang saya lebih percaya diri dengan diri saya. Saya tahu setiap platform punya audiens yang berbeda, dan saya bisa menyesuaikan diri dengan itu,” katanya. Meskipun dunia content creation penuh persaingan, ia yakin bahwa ciri khas adalah kunci. “Persaingan semakin ketat. Kalau kamu nggak punya ciri khas, pasti bakal ketinggalan. Mulailah dari sekarang dan temukan keunikanmu,” pesan Anabella.
Kini, dengan ribuan pengikut dan sejumlah endorsement, Anabella merasa puas dengan pilihan karier barunya. “Modeling dan content creation memang dua dunia yang berbeda, tetapi keduanya memberi saya ruang untuk berekspresi. Saya merasa beruntung bisa mengejar passion saya dan menginspirasi orang lain untuk berani mencoba,” tutup Anabella.
