Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Menyalakan Urip Iku Urup: Tya Arum dan Lahirnya Teman Baik Solo
    News

    Menyalakan Urip Iku Urup: Tya Arum dan Lahirnya Teman Baik Solo

    AdminBy AdminApril 5, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Solo, TeropongJakarta.com – Gerakan sosial kerap berangkat dari kegelisahan pribadi. Namun bagi Tya Arum, langkah itu justru dimulai dari sesuatu yang sederhana: menjual barang miliknya sendiri.

    Pada Juni 2024, Arum mulai melepas sejumlah barang preloved. Hasil penjualannya tidak ia gunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan dibelikan nasi kotak yang kemudian dibagikan kepada masyarakat di jalanan. Dari aktivitas kecil itu, lahirlah embrio komunitas yang kini dikenal sebagai “Teman Baik Solo”.

    Arum mengaku tidak pernah merencanakan pembentukan komunitas tersebut secara formal. Apa yang ia lakukan semula hanyalah bentuk spontanitas. Namun, interaksinya dengan para penerima bantuan menghadirkan kesadaran baru: perhatian sekecil apa pun memiliki arti yang besar bagi mereka yang membutuhkan.

    “Hal sederhana bagi kita, bisa jadi sangat berarti bagi orang lain,” ujar Arum.

    Kesadaran itu kemudian berkembang menjadi dorongan untuk bergerak lebih jauh. “Teman Baik Solo” perlahan bertransformasi dari aksi individu menjadi gerakan kolektif. Arum mulai melibatkan teman-teman terdekatnya, sekaligus membuka ruang bagi relawan yang ingin berkontribusi.

    Dalam setiap kegiatan, penggalangan dana dilakukan dalam kurun waktu sekitar enam hari. Metode yang digunakan tetap sederhana dan transparan, yakni melalui donasi langsung serta penjualan barang pribadi. Seluruh hasil yang terkumpul dialokasikan sepenuhnya untuk kegiatan sosial.

    Penyaluran bantuan pun dilakukan secara terarah, salah satunya kepada panti asuhan. Proses ini melibatkan sejumlah relawan yang membantu dari tahap pengumpulan hingga distribusi. Arum menekankan pentingnya menjaga kepercayaan para donatur sebagai fondasi utama keberlangsungan gerakan.

    Lebih dari sekadar aktivitas berbagi, Arum ingin menanamkan nilai yang menjadi ruh komunitas tersebut. Ia mengangkat filosofi Jawa “urip iku urup”, yang berarti hidup seharusnya memberi manfaat bagi orang lain.

    Nilai itu, menurut dia, tidak harus diwujudkan melalui langkah besar. Tindakan kecil seperti tersenyum, bersikap ramah, hingga membantu sesama dalam keseharian merupakan bagian dari kontribusi nyata.

    Arum juga menyadari bahwa perjalanan membangun gerakan sosial tidak selalu berjalan mulus. Akan ada tantangan, termasuk menghadapi beragam karakter manusia. Namun, ia memilih untuk tetap berpegang pada prinsip dasar: menjadi pribadi yang membawa kebaikan.

    “Kita mungkin tidak selalu bertemu orang baik, tapi kita bisa berusaha menjadi orang yang baik bagi siapa pun,” kata dia.

    Ke depan, Arum berupaya mengembangkan “Teman Baik Solo” menjadi gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia menargetkan penguatan branding, terutama melalui media sosial, agar jangkauan komunitas semakin besar.

    Selain itu, ia juga ingin memperluas jaringan relawan agar lebih banyak individu dapat terlibat. Baginya, komunitas ini bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga menjadi ruang bagi siapa saja untuk mulai menciptakan dampak.

    Dari langkah sederhana menjual barang pribadi, Tya Arum menunjukkan bahwa gerakan sosial tidak selalu lahir dari sumber daya besar. Ia justru tumbuh dari kepedulian, konsistensi, dan keberanian untuk memulai.

    Berita Berita Utama berita viral news Teman Baik Solo Tya Arum
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Danton ke Panggung Kebaya, Haerani Destya Putri Raih Runner Up Tingkat DKI
    Next Article Dari Tunggakan Kos ke Omzet Ratusan Juta, Kisah Putri Riyan
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dedikasikan Diri untuk Kesehatan Perempuan, Ini Kiprah Dr. Ratna Dewi Puspita Sari

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.