Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah perubahan lanskap industri keuangan yang kian dinamis, Andi Nurul Fatimah Wetenri Tekke Aldi, S.H. akrab disapa Luluu menjalani perannya dengan pendekatan yang terukur. Perempuan yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kepala Wilayah di (BTN) itu memaknai perjalanan profesionalnya sebagai proses jangka panjang yang menuntut konsistensi dan daya tahan.
“Bagi saya, karier bukan soal siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten. Saya melihatnya seperti maraton, bukan sprint,” ujar Luluu saat dihubungi, teropongjakarta
Di struktur organisasi perbankan, posisi sekretaris kepala wilayah memiliki fungsi strategis. Tak hanya memastikan agenda dan administrasi berjalan rapi, tetapi juga menjadi penghubung antara pimpinan wilayah dengan unit-unit kerja di bawahnya. Dalam praktiknya, Luluu harus mampu mengelola arus informasi, menyaring prioritas, serta menjaga akurasi data sebelum sampai ke meja pengambil keputusan.

Tantangan terbesar, menurut dia, adalah menjadi “jembatan” di tengah dinamika yang bergerak cepat. “Saya harus mampu mengelola prioritas yang bertabrakan dan menjaga kerahasiaan tingkat tinggi. Di sisi lain, saya juga memastikan setiap kebijakan pimpinan dapat tereskalasi dengan tepat,” katanya.
Dalam peran tersebut, integritas menjadi prinsip yang tak bisa ditawar. Ia menegaskan pentingnya menjaga objektivitas agar setiap keputusan didasarkan pada data dan kondisi lapangan yang faktual. “Saya mengedepankan integritas di atas kepentingan pribadi. Kepercayaan itu dibangun dari konsistensi,” ujarnya.
Menariknya, filosofi profesional Luluu sejalan dengan hobinya di luar kantor. Sejak 2019, ia rutin menekuni olahraga lari. Aktivitas yang awalnya menjadi pelarian positif dari rutinitas kini berubah menjadi bagian dari gaya hidup.
“Berlari adalah momen dialog dengan diri sendiri. Tidak ada jabatan atau hierarki di jalanan. Yang ada hanya komitmen untuk menyelesaikan jarak yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Dari olahraga tersebut, Luluu memetik dua nilai utama yang ia terapkan dalam pekerjaan. Pertama, disiplin tinggisebagaimana latihan lari yang tidak boleh terlewat, pekerjaan di perbankan menuntut ketelitian dan konsistensi berkelanjutan. Kedua, pacing atau pengaturan ritme. Ia percaya setiap fase karier memiliki tempo berbeda: ada saat untuk bergerak cepat mengejar momentum, ada pula waktu untuk menjaga ritme agar tak mengalami kelelahan.
Di tengah kompleksitas koordinasi wilayah, Luluu berupaya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kesehatan mental. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal capaian jabatan, melainkan kemampuan bertahan dan bertumbuh dalam jangka panjang.
“Selama kita menjaga ritme dan integritas, saya yakin setiap proses akan membawa kita ke garis akhir yang tepat,” kata Luluu.
