Bekasi, TeropongJakarta.com – Aktivitas fisik kerap menjadi pintu masuk menuju gaya hidup sehat. Namun bagi Indri Pranita, olahraga justru membawa kesadaran lebih jauh: pentingnya menata pola makan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas kebugaran. Selama hampir delapan tahun terakhir, Indri konsisten menjalani olahraga seperti lari dan latihan beban. Dalam tiga tahun terakhir, ia mulai memberi perhatian khusus pada asupan nutrisi untuk menunjang target peningkatan massa otot.
Indri menilai, latihan yang konsisten tanpa didukung pola makan yang tepat akan sulit memberikan hasil optimal. Karena itu, ia mengatur waktu dan komposisi makan, terutama menjelang dan setelah berolahraga. “Biasanya sebelum olahraga aku makan karbohidrat dan protein supaya lebih berenergi, karena sekarang lagi fokus naikin massa otot,” kata Indri saat ditemui di Bekasi.
Ia memilih mengonsumsi makanan satu hingga dua jam sebelum latihan. Menurut Indri, jarak waktu tersebut cukup untuk memberi energi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman saat bergerak. Menu yang dipilih cenderung sederhana, tetapi tinggi protein. “Sebelum olahraga aku pilih yang proteinnya lebih banyak, biasanya telur tiga atau empat butir, atau karbohidrat dengan dada ayam,” ujarnya.
Setelah berolahraga, Indri tetap menjaga pola makan seimbang. Ia tidak menghilangkan karbohidrat dari menu harian, namun menyesuaikan proporsinya. “Sesudah olahraga aku tetap makan karbo dan protein seperti biasa, tapi proteinnya lebih tinggi daripada karbo,” kata dia. Pola ini, menurut Indri, membantu proses pemulihan otot sekaligus menjaga konsistensi latihan.
Meski telah lama aktif berolahraga, Indri mengakui pengaturan pola makan secara serius baru ia terapkan dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, fokusnya lebih banyak pada aktivitas fisik semata. “Dulu olahraga jalan, tapi makannya masih sering berantakan,” ujarnya. Perubahan pendekatan tersebut ia rasakan berdampak pada energi tubuh dan hasil latihan yang lebih stabil.
Tantangan terbesar dalam menjaga pola makan, menurut Indri, adalah kecenderungan mengonsumsi makanan manis dan kurangnya asupan protein. Situasi ini kerap muncul di tengah aktivitas harian yang padat. Untuk mengatasinya, ia memilih menyiapkan makanan sendiri. “Cara aku mengatasinya dengan meal preparation. Aku stok dada ayam yang sudah diungkep pakai bumbu buatanku,” kata Indri.
Selain protein, Indri juga menaruh perhatian pada asupan serat. Ia rutin mengonsumsi buah sebagai pelengkap pola makan hariannya. Baginya, keseimbangan nutrisi menjadi kunci agar pola hidup aktif dapat dijalani dalam jangka panjang.
Pengalaman Indri menunjukkan bahwa gaya hidup sehat tidak dibangun dari satu aspek saja. Olahraga dan pola makan saling berkaitan, membentuk ritme yang menentukan performa tubuh. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kebugaran, pendekatan yang konsisten dan realistis menjadi faktor penting agar perubahan gaya hidup dapat bertahan lama.
