Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » SEA Games 2025: 91 Emas Indonesia dan Kembalinya Dominasi Merah Putih
    News

    SEA Games 2025: 91 Emas Indonesia dan Kembalinya Dominasi Merah Putih

    AdminBy AdminDecember 21, 2025Updated:December 21, 2025No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bangkok, TeropongJakarta.com – Kontingen Indonesia menutup keikutsertaannya di SEA Games 2025 Thailand dengan catatan yang sulit diabaikan. Sebanyak 91 medali emas berhasil dikemas, melampaui target awal 80 emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Raihan ini sekaligus menghapus catatan kelam Indonesia saat berlaga sebagai tim tamu dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

    Capaian tersebut menempatkan SEA Games 2025 sebagai penampilan tandang terbaik Indonesia dalam 32 tahun terakhir. Sejak SEA Games Singapura 1993, kontingen Merah Putih tak pernah lagi mengoleksi lebih dari 88 emas ketika tidak berstatus tuan rumah. Di Thailand, batas itu akhirnya terlampaui.

    Secara historis, 91 emas menjadi perolehan terbanyak ketiga Indonesia dalam ajang SEA Games saat bertanding di luar negeri. Rekor terbaik masih tercatat di Kuala Lumpur pada 1989 dengan 102 emas, disusul Manila 1991 dengan 92 emas. Namun, pencapaian di Bangkok memiliki makna tersendiri karena lahir di tengah persaingan kawasan yang kian ketat.

    Pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto menilai hasil ini sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari “mimpi buruk” prestasi tandang yang membayangi selama puluhan tahun. Menurut Gatot, sejak 1993 Indonesia kerap kesulitan mempertahankan dominasi saat berlaga di luar negeri, meski berstatus sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.

    “Selama ini kita hanya mendekati, tetapi tak pernah benar-benar menembus angka emas yang meyakinkan. Di Kamboja sebelumnya saja hanya 87 emas. Kini, Indonesia bukan hanya mendekati, tapi melampaui. Ini bukti bahwa kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Gatot.

    Ia menekankan pentingnya menjadikan hasil SEA Games 2025 sebagai pijakan strategis menuju agenda yang lebih besar. Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028 disebutnya sebagai ujian berikutnya yang menuntut evaluasi menyeluruh, terutama dalam memetakan cabang olahraga unggulan yang berpotensi bersaing di level Asia.

    Pandangan serupa disampaikan Noviantika Nasution, Ketua Umum PB Perbasi periode 2006-2010. Ia menyebut raihan 91 emas sebagai pengobat rindu akan masa keemasan olahraga Indonesia di Asia Tenggara. Menurutnya, seringnya lagu Indonesia Raya berkumandang di arena pertandingan menjadi penanda kebangkitan mental juara para atlet.

    “Hasil ini membangun kembali rasa percaya diri kita sebagai bangsa olahraga. Sudah lama kita tidak melihat dominasi seperti ini di berbagai cabang bergengsi,” kata Noviantika.

    Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Lebih dari sekadar angka, raihan ini menegaskan satu hal: Indonesia tak lagi sekadar bermimpi saat bertanding di kandang lawan.

    Berita Indonesia Emas Kemenpora Medali Emas news Olahraga Nasional Prestasi Atlet Prestasi Olahraga Rekor SEA Games SEA Games 2025 SEA Games Thailand TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMenjeda Ruang Sidang, Menata Masa Depan: Pilihan Hidup Nala Natasya
    Next Article Jejak Siti Fatimah Menjalani Hidup Aktif, Mewujudkan Impian
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.