Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Aisyah dari UGM: Membawa Buku ke Desa, Menjaga Sungai, dan Bicara di Forum Dunia
    Education

    Aisyah dari UGM: Membawa Buku ke Desa, Menjaga Sungai, dan Bicara di Forum Dunia

    AdminBy AdminJuly 23, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Yogyakarta, TeropongJakarta.com – Di sebuah dusun kecil di lereng perbukitan Gunungkidul, suara tawa anak-anak pecah di antara rimbunnya pepohonan jati. Seorang perempuan muda, berselendang batik, duduk bersila dengan sekumpulan bocah. Di tangannya tergenggam sebuah buku cerita bergambar. Ia membacakan kisah tentang naga penjaga hutan dan anak desa yang berani. Perempuan itu adalah Aisyah Akhlaqul Karimah.

    Bagi warga sekitar, Aisyah bukan orang asing. Ia datang hampir setiap pekan membawa buku, cerita, dan semangat. Namun di luar dusun ini, Aisyah dikenal sebagai mahasiswa Magister Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) yang segera diwisuda dengan predikat cumlaude dalam waktu studi kurang dari dua tahun. Ia bukan hanya akademisi. Ia adalah aktivis literasi, pelestari budaya, penjaga sungai, dan duta kesehatan mental.

    Perjalanan Aisyah seperti narasi panjang yang ditulis dengan tekun, halaman demi halaman. Lahir dan besar di Yogyakarta, ia dibesarkan dalam lingkungan yang mencintai buku. Namun, gairahnya terhadap literasi tak berhenti di bangku sekolah. Tahun 2021, ia mendirikan Sekolah Minggu Ceria program yang membumikan literasi ke pelosok, dari desa ke desa.

    Ia percaya bahwa literasi bukan semata kemampuan membaca atau menulis, melainkan jalan untuk menumbuhkan empati, imajinasi, dan kesadaran sosial. “Anak-anak di dusun pun berhak mengenal dunia, dan dunia pun perlu mengenal mereka,” ujarnya, suatu siang, sambil memanggul tas berisi buku-buku ke pinggiran sungai Oya.

    Aisyah tak pernah betah diam di balik meja perpustakaan. Di sela jadwal kuliahnya yang padat, ia turun ke sungai, bergabung sebagai relawan konservasi air. Di sisi lain, ia aktif mengedukasi isu kesehatan mental melalui kampanye bersama UNICEF Indonesia. “Literasi dan lingkungan tak terpisahkan. Keduanya membentuk cara kita melihat dan menghargai kehidupan,” katanya.

    Kiprahnya diakui luas. Ia didapuk menjadi Duta Bahasa DIY 2023 dan dipercaya sebagai juri Putra Putri Proklamasi DIY. Selain itu, ia juga rutin tampil sebagai narator buku anak produksi Balai Bahasa. Tidak banyak yang tahu, Aisyah juga piawai meniup saksofon dan menjadikan seni sebagai ruang untuk memperkuat pesan sosial.

    Dengan lebih dari 30 prestasi akademik dan sosial, Aisyah menjadi salah satu perwakilan muda yang dikirim ke berbagai forum nasional dan internasional. Dari konferensi sastra di Malaysia hingga pelatihan kebudayaan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namanya mulai akrab di ruang-ruang diskusi global.

    Namun, prestasi bukan tujuan akhir baginya. “Saya tak mengejar panggung. Saya ingin memberi ruang,” ujarnya lirih. Beasiswa unggulan senilai Rp 100 juta dari Kemendikbudristek ia manfaatkan bukan hanya untuk studi, tapi juga untuk membiayai kegiatan literasi komunitasnya. “Saya ingin anak-anak itu tahu bahwa mereka penting.”

    Kisahnya menyentuh banyak orang. Seorang ibu di desa tempat ia mengajar pernah berkata, “Aisyah datang bukan hanya dengan buku, tapi dengan cahaya.” Ia membawa cerita, tapi juga mendengarkan. Ia mengajar, tapi juga belajar. Ia hadir, bukan untuk sekadar membantu, melainkan untuk tumbuh bersama.

    Kini, Aisyah tengah bersiap mengikuti program pertukaran mahasiswa ASEAN dan menyelesaikan buku pertamanya yang merangkum pengalaman literasi dari desa. Buku itu akan ia persembahkan untuk anak-anak yang pernah duduk bersamanya, mendengarkan kisah tentang naga, dan kemudian menulis mimpi mereka sendiri.

    Dalam generasi yang sering dicap terjebak layar dan ambisi pribadi, Aisyah menunjukkan jalan berbeda: jalan yang sunyi, berdebu, namun penuh makna. Ia membuktikan bahwa dari sudut-sudut terpencil, perubahan bisa dimulai. Bukan lewat jargon, tapi melalui cerita, keberanian, dan buku-buku yang tak pernah lelah berpindah tangan.

    Aisyah Akhlaqul Karimah Aktivis literasi desa Aktivis perempuan muda Beasiswa Kemendikbudristek BeritaBaru Buku anak Balai Bahasa Duta Bahasa DIY education Konservasi Sungai OyaKesehatan mental UNICEF Indonesia Literasi dan lingkungan Mahasiswa berprestasi UGM Mahasiswa cumlaude UGM news Perempuan inspiratif Indonesia Pertukaran mahasiswa ASEAN Sekolah Minggu Ceria Sosok inspiratif dari Yogyakarta Teropong Jakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAlisya, Siswi Kelas 2 SD yang Taklukkan Panggung dan Tugas Sekolah Sekaligus!
    Next Article Banyak yang Menyerah, Tapi Rahmayani Justru Nikmati Proses Study S3 di Tengah Kesibukan Bisnis
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dedikasikan Diri untuk Kesehatan Perempuan, Ini Kiprah Dr. Ratna Dewi Puspita Sari

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.