Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Perjuangan Komala: Dari Keterbatasan di Cirebon, Menembus Batas hingga Sukses di Negeri Beton
    News

    Perjuangan Komala: Dari Keterbatasan di Cirebon, Menembus Batas hingga Sukses di Negeri Beton

    AdminBy AdminApril 8, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Cirebon, TeropongJakarta.com – Hidup dalam kemiskinan sejak kecil tidak membuat Komala, 32 tahun, asal Cirebon, Jawa Barat, menyerah pada keadaan. Lahir dari keluarga tak mampu dan bahkan tidak menyelesaikan pendidikan dasar, ia justru menjadikan kekurangan itu sebagai bahan bakar untuk mengubah hidup.

    “Tidak ada yang mudah. Masa kecil saya serba kekurangan. Makan susah, pakaian tidak layak, rumah pun seadanya,” ujar Komala.

    Perjalanan hidup Komala berubah drastis sejak memutuskan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Hongkong pada tahun 2018. Saat itu, ia baru bercerai dan harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 1,5 tahun demi mengejar masa depan yang lebih baik.

    Dorongan terbesar Komala adalah ekonomi dan keinginannya memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya. “Saya tidak mau anak saya mengalami hidup susah seperti saya dulu. Biar saya saja yang merasakan, jangan anak saya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

    Keberangkatan ke Hongkong bukan tanpa tantangan. Saat itu, ia berangkat tanpa ijazah sesuatu yang hari ini mungkin hampir mustahil dilakukan karena regulasi yang semakin ketat. “Saya bersyukur saat itu masih bisa berangkat. Sekarang mungkin saya tidak akan lolos,” katanya.

    Selama lima tahun pertama di Hongkong, ia tak bisa pulang karena pandemi Covid-19. Di saat bersamaan, kedua orang tuanya meninggal dunia dan anak semata wayangnya diambil oleh mantan suami. Masa-masa itu menjadi pukulan yang sangat berat.

    “Tapi saya sadar, kesuksesan itu ada konsekuensinya. Tidak semua bisa berjalan ideal. Saya harus kuat,” ujar Komala. Ia mengaku sempat hancur, namun kekuatan melihat anak dan ingatan akan masa kecil yang sulit membuatnya bangkit.

    Setelah lima tahun, Komala akhirnya pulang. Namun hanya sebentar, karena ia memutuskan kembali ke Hongkong untuk bekerja selama dua tahun lagi. Selama tujuh tahun total di Hongkong, ia hidup hemat dan menabung sekuat tenaga.

    “Hasilnya alhamdulillah, saya bisa beli rumah, tanah, dan punya tabungan. Semua itu saya raih dengan air mata dan kerja keras,” ucapnya. Komala menekankan bahwa kedisiplinan dan tekad adalah kunci utama.

    Ia mengaku tantangan terbesar sebagai TKW bukan hanya pekerjaan rumah tangga, melainkan penyesuaian diri dengan budaya dan agama yang sangat berbeda. Tapi semua itu ia hadapi dengan lapang dada.

    “Yang selalu bikin saya kuat hanya satu: anak saya. Saya tidak ingin dia merasa lapar seperti saya dulu. Saya ingin dia punya masa depan,” tegas Komala.

    Kini, ia kembali ke Indonesia membawa semangat baru. Ia ingin membuka usaha dan terus berkembang. Ia juga aktif berbagi pengalaman dengan perempuan lain di sekitarnya agar mereka tak takut mencoba hal baru.

    “Pesan saya untuk wanita-wanita hebat di luar sana: kalian itu hebat. Jangan takut tantangan. Belajar, bergaul dengan orang yang lebih pintar, dan jangan pernah merasa diri kalian kecil,” katanya menutup.

    Kisah Komala menjadi inspirasi bahwa dari keterbatasan pun, mimpi tetap bisa digapai. Dengan niat, keberanian, dan kerja keras, tak ada yang tak mungkin even for someone who never finished elementary school.

    Berita Berita Utama Cirebon Hongkong Komala news PMI TeropongJakarta.com TKW
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Dapur Majikan ke Panggung Kompetisi, Maria Buktikan TKW Bisa Berkarya
    Next Article Kisah Ayu dari Medan: Bisnis Mandiri, Cinta Fashion, dan Kopi sebagai Sumber Energi
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.