Pestisida Serangga Diduga Penyebab Penyakit Misterius di Kuba
Sejumlah diplomat Kanada dan Amerika Serikat yang bertugas di Kuba mengeluhkan gejala misterius

By Fajar Pasadena 03 Okt 2019, 13:30:38 WIB Kesehatan
Pestisida Serangga Diduga Penyebab Penyakit Misterius di Kuba

Keterangan Gambar : Ilustrasi penggunaan pestisida


TEROPONGJAKARTA.COM - Sejumlah diplomat Kanada dan Amerika Serikat di Kuba mengalami keluhan misterius, hingga memunculkan anggapan bahwa mereka telah diserang senjata sonik. Belakangan penelitian mengungkap penyakit itu disebabkan oleh neurotoksin dosis rendah dalam pestisida serangga.

Sejumlah diplomat mengalami keluhan yang dinilai misterius dari akhir 2016 hingga 2018, sehingga mendorong pemerintah di Ottawa dan Washington mengurangi staf kedutaan mereka di Kuba. Saat itu pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuduh bahwa para diplomat telah diserang oleh semacam senjata sonik rahasia. Senjata sonik adalah sejenis senjata yang menggunakan suara berkekuatan ekstrim tinggi untuk melukai atau membunuh sasaran.

Merespon situasi itu, sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada terhadap para diplomat. Hasilnya, gejala yang diderita oleh sekitar 40 diplomat Kanada dan Amerika Serikat dan keluarga mereka saat bertugas di Kuba kemungkinan dipicu oleh "paparan neurotoksin dosis rendah".

Mereka yang terdampak efek sampingnya menderita berbagai gejala yang tidak lazim, termasuk komplikasi pendengaran dan penglihatan, pusing, kelelahan dan sakit kepala.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Brain Repair Center dan Nova Scotia Health Authority. Mereka menyatakan tidak menemukan bukti dari teori serangan senjata akustik.

"Ada jenis racun yang sangat spesifik yang mempengaruhi sistem saraf tertentu. Racunnya bisa berupa insektisida, pestisida, organofosfat - yakni racun saraf spesifik," kata penulis utama studi itu, Alon Friedman, seperti dikutip oleh stasiun televisi Kanada CBC.

Kuba secara rutin menggunakan pestisida untuk membasmi serangga yang mungkin menjadi inang penyakit. Havana melakukan program penyemprotan intensif mulai 2016 untuk menghentikan penyebaran virus Zika. Catatan kedutaan yang dikutip oleh Radio Kanada mengatakan bahwa kantor dan rumah para diplomat termasuk di antara lokasi yang disemprot.

Studi ini melibatkan 26 orang, termasuk kelompok pembanding orang yang belum pernah tinggal di Kuba. Peserta melakukan tes darah dan scan otak. Seekor anjing peliharaan yang mati di Kanada juga ikut diteliti otaknya.

Friedman mengatakan, ada rencana untuk memperluas studi ini ke populasi yang lebih luas di Kuba bekerja sama dengan para ilmuwan lokal, untuk melihat apakah penduduk lainnya juga terkena dampak neurotoksin.

Sumber: dw.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Video Terbaru

View All Video

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Rahmat Sabilludin - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Rahmat Sabilludin

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Rahmat Sabilludin

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Loading....