Era Industri 4.0, Jenis Keterampilan Ini Tak Bisa Digantikan Robot
Pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal tergerus oleh robot dan kecerdasan buatan (AI)

By Fajar Pasadena 05 Okt 2019, 16:00:11 WIB Teknologi
Era Industri 4.0, Jenis Keterampilan Ini Tak Bisa Digantikan Robot

Keterangan Gambar : Ilustrasi


TROPONGJAKARTA.COM - Era teknologi telah menghancurkan banyak lapangan kerja yang selama ini dilakukan manusia. Namun, menurut Menteri Keuangan ada beberapa keterampilan yang tak akan tergantikan oleh robot atau kecerdasan buatan.

Berdasarkan penelitian, pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi, robot, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Teknologi (industri 4.0) bisa men-disrupt atau merusak atau menghancurkan lapangan kerja yang selama ini dilakukan oleh manusia. Lapangan kerja yang bersifat manual, repetitif sangat mudah diganti oleh robot dan terkena dampak otomatisasi," kata Sri Mulyani dalam acara Milad Universitas Aisyiyah (UNISA), Kamis (03/10/2019).

Sri Mulyani Indrawati menilai terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan oleh mesin, misalnya empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks. Agar menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul di era teknologi saat ini, individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pendekatan pendidikan yang hanya memfokuskan pada pengembangan IQ (intelligence quotient) anak didik saja tanpa mengasah kemampuan EI (emotional intelligence) tidak lagi relevan saat ini dan di masa depan.

"Ilmu yang sifatnya memorizing, menghafal akan sangat mudah digantikan oleh artificial intelligence. Sekarang ini robot IQ-nya mudah mencapai 700 bahkan sekarang sudah 70.000. (Sedangkan) Orang dengan IQ 150 sudah dianggap jenius," tambahnya.

Jadi, jika harus berkompetisi dengan robot dari sisi IQ, maka kemungkinan manusia akan dikalahkan. Sri Mulyani menminta agar generasi muda mengasah keahlian yang tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga mengasah kepekaan, rasa, dan kreativitas.

Individu dengan menggabungkan segala keahlian tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks dan rumit yang memerlukan penanganan tidak hanya mengandalkan kecerdasan tetapi juga empati dan inovasi.

"Kita harus mampu mendidik manusia yang tidak hanya memorizing, melakukan manual work, tetapi yang mampu melakukan analytical work, kreativitas, suatu komplek problem solving. Itu hanya bisa dilakukan oleh manusia melalui interaksi otak dan hati. Robot bisa menggantikan (kecerdasan) otak kita tapi dia tidak bisa meng-create hati," tandas Sri Mulyani.

Sumber: CNBC




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 4 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Video Terbaru

View All Video

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Rahmat Sabilludin - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Rahmat Sabilludin

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Rahmat Sabilludin

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Loading....